Jatimpost.com – Konten kreator asal Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Muhsin Basri, menjadi relawan korban banjir di Aceh Tamiang. Ia mengungkapkan jika kondisi disana masih dalam proses pemulihan dan memintah pemerintah untuk segera menaikkan status menjadi bencana nasional.
Muhsin bersama tujuh orang lainnya tergabung dengan relawan dari komunitas Makelar Akherat berangkat ke Aceh sejak Selasa (9/12/2025).
Melalui Liputanjatim, Ia menceritakan bagaimana perjalanannya dari Situbondo dan Bondowoso hingga sampai di Aceh.
“Kita berdelapan, berangkat (senin) malam dari Situbondo dan Bondowoso. Lalu pesawat dari Juanda pagi, terus transit di Batam dan baru lanjut ke Medan. Dari Medan kita ke binjai untuk belanja sembako dan lain-lainnya untuk dibawa ke Tamiang.” ungkap Muhsin, saat diwawancarai, Kamis (11/12/2025).
Ia dan rombongan tiba di lokasi, pada kamis dini hari. Setibanya, mereka langsung membuka dapur umum untuk para korban yang ada di sana.
Tidak tanpa persiapan, Muhsin dan komunitas Makelar Akherat telah menyiapkan beberapa sembako, alat-alat kebersihan, hingga alat-alat kesehatan untuk korban banjir di Aceh.
“Kita membawa satu dokter, lima orang rescue, dua orang untuk logistik, dan saya membantu untuk trauma healing. Selain itu, kita juga membawa sembako dan lainnya, hasil donasi sebesar 200 juta yang masuk dari teman-teman Makelar Akherat.” jelasnya.
Muhsin, menjelaskan jika situasi di Tamiang masih jauh dari pemulihan.
Baca juga: Situbondo Raih Penghargaan Kabupaten Terinovatif IGA Award 2025
“Setelah dua minggu, kondisi di sini masih kacau. Padahal Tamiang itu daerah yang bukan pelosok atau daerah terisolir. Gak bisa bayangin daerah yang mungkin masih susah untuk ditempuh” katanya.
Menurutnya, pengevakuasian jalan dan rumah warga menggunakan alat berat masih baru dilakukan. Sehingga ia berharap segera ada bantuan alat berat lebih dari pemerintah.
“Akses jalan itu susah, kemana-mana masih banyak lumpur setinggi rumah. Jadi, semoga segera ada bantuan alat-alat berat dari pemerintah.” ujarnya.
Selain itu, kebutuhan air bersih sangat penting. Karena untuk dikonsumsi hingga mandi.
“Butuh banget air bersih. Meskipun sudah di bantu dengan warga di daerah sebelah, tapi masih kurang.” bebernya.
Dengan kondisi seperti itu, ia berharap segera ada pengumuman status bencana nasional. Agar lebih banyak bantuan yang tersalurkan, dan para korban tidak mengalami stres berkepanjangan akibat kehilangan harta-benda dan keluarga mereka.
“Dengan kondisi seperti ini, semoga segera status bencana di Aceh dan Sumatera ini bisa naik menjadi bencana nasional. Karena dengan begitu, akan lebih gampang pengevakuasian. Bantuan dana pemerintah lebih cepat turun, sehingga mengurangi beban materil dan pikiran para korban.” jelas Muhsin.

