Lia Istifhama Tegaskan Biaya Pendidikan LPDP Perlu Diperhitungkan Efektivitas dan Manfaatnya

Jatimpost.com – Sorotan publik terhadap besarnya biaya pendidikan bagi penerima beasiswa LPDP memicu komentar dari anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama. Ia menekankan bahwa kebijakan pembiayaan pendidikan harus mempertimbangkan efektivitas penggunaan anggaran serta pemerataan manfaat bagi calon awardee.

Lia menyoroti pengalamannya menempuh pendidikan tinggi di dalam negeri dengan biaya yang relatif ringan.

“Kalau saya menghitung dari S1 sampai S3, dana pribadi yang saya keluarkan mungkin sekitar Rp 30 juta. Bahkan S1 dulu per semester tidak sampai Rp 1,5 juta. Alhamdulillah biaya kuliah saya jutaan saja,” ujarnya, Jumat (27/2/26).

Ia menempuh jenjang S1 di IAIN Sunan Ampel Surabaya, lalu melanjutkan pendidikan di Universitas Airlangga dan STID Taruna Surabaya. Biaya kuliah pada saat itu hanya berkisar ratusan ribu rupiah per semester.

“Intinya tidak sampai satu setengah juta per semester waktu itu. Bahkan saat skripsi, saya bekerja untuk membiayai kuliah sendiri,” tutur Lia.

Pada tingkat magister (S2), Lia mendapatkan beasiswa studi dalam negeri sehingga tidak mengeluarkan biaya pribadi. Sedangkan pada jenjang doktoral (S3), ia menerima Beasiswa Pendidikan Pascasarjana (BPP) selama satu tahun, meski tetap mengeluarkan dana pribadi hingga belasan juta rupiah.

Pengalaman Lia menunjukkan bahwa pendidikan berkualitas tidak selalu identik dengan biaya mahal atau studi di luar negeri. Menurutnya, banyak tokoh nasional lahir dari perguruan tinggi dalam negeri dan mampu memberikan kontribusi besar bagi bangsa.

“Pendidikan itu tidak perlu gengsi. Yang penting keberkahan dan kesungguhan. Banyak alumni perguruan tinggi dalam negeri yang menjadi tokoh nasional dan berkontribusi besar untuk bangsa,” tegas Lia.

Ia menekankan pentingnya perencanaan pembiayaan pendidikan yang efektif dan merata, serta penguatan kampus dalam negeri agar semakin kompetitif dan menjadi pilihan utama generasi muda.

“Kalau tujuannya membangun negeri, yang utama adalah integritas dan pengabdian, bukan sekadar mahalnya biaya atau lokasi studi,” pungkasnya.

━ Berita Terbaru

Pembagian Zakat Mal di Masjid Cheng Hoo Surabaya capai 18 Miliar

Jatimpost.com - Ribuan orang dari berbagai penjuru Kota Surabaya rela mengantre demi mendapat pemberian zakat mal dengan total nominal 18 miliar di Masjid Muhammad...

Pemkab Sumenep Pastikan PPPK Paruh Waktu Tanpa THR

Jatimpost.com – Sebanyak 5.224 pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja paruh waktu (PPPK PW) Kabupaten Sumenep dipastikan tidak akan menerima Tunjangan Hari Raya (THR) tahun...

Imbas Konflik Iran-AS, 100 Jama’ah Umrah Asal Nganjuk Tertahan di Arab Saudi

Jatimpost.com – Situasi gepolitik yang mencekam karena serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran mulai dirasakan jama’ah umrah asal Nganjuk. Setidaknya, ada 100 Jama’ah...

DPR Sebut Kebijakan AS Terkait Bea Masuk 104,38% Bisa Merusak Reputasi RI

Jatimpost.com - Rivqy Abdul Halim, anggota Komisi VI DPR RI, meminta pemerintah mengambil langkah tegas menanggapi kebijakan Pemerintah Amerika Serikat (AS) yang memberlakukan bea...

Viral Surat Permohonan Partisipasi Lebaran 1447 H, Ketua LPMK Manukan Wetan Disanksi Administratif

Jatimpost.com – Surat permohonan bantuan partisipasi Lebaran 1447 Hijriah (H) yang diterbitkan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Manukan Wetan, Kecamatan Tandes, Surabaya viral di...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini