Jatimpost.com – Situasi gepolitik yang mencekam karena serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran mulai dirasakan jama’ah umrah asal Nganjuk. Setidaknya, ada 100 Jama’ah umrah dan Haji asal Nganjuk yang sampai sekarang masih berada di Tanah Suci.
Franki Yoen Anando, kepala SDW Umrah dan Haji mengatakan ada 3 grup jama’ah yang masih tertahan di Makkah dan Madinah, Arab Saudi.
Salah satu rombongan tersebut ialah jama’ah Sholawat Janur pimpinan Gus Arafat Ajisoko dari Sukorejo, Kecamatan Bagor, Nganjuk.
“Total ada 100 jemaah. Sampai sekarang mereka masih berada di Makkah dan Madinah,” ujar Franki melansir DetikJatim, Senin (2/3/2026).
Ia mengungkapkan, hingga detik ini Pemerintah Arab Saudi maupun dari KJRI Jeddah belum mengeluarkan informasi resmi terkait kondisi terbaru dan kepastian penerbangan jama’ah.
Franki juga menerima informasi bahwa seluruh penerbangan yang transit di kawasan teluk saat ini tidak mendapatkan izin terbang.
“Pesawat yang transit di negara Teluk sementara tidak diizinkan terbang. Untuk penerbangan carter seperti Lion Air dan Garuda Indonesia juga masih belum ada konfirmasi,” ungkap Franki.
Ia menjelaskan, sesuai jadwal awal, grup pertama yang dipimpin gus Arafat akan kembali ke tanah air pada 5 Maret 2026.
Sedangkan grup kedua dengan paket 16 hari rencana kembali pada 11 Maret 2026.
Pihak biro perjalanan, kata franki , saat ini memantau secara intensif terhadap perkembangan situasi , termasuk berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait.
“Kami terus memantau kondisi dan berharap semuanya berjalan lancar sampai kepulangan jemaah. Mohon doa dari semua pihak agar seluruh jemaah diberi kelancaran dan selamat sampai pulang kembali ke Tanah Air,” pungkasnya.

