Muhaimin Iskandar: Perguruan Tinggi Berperan Penting Wujudkan Nol Kemiskinan Ekstrem 2026

Jatimpost.com – Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menegaskan peran strategis perguruan tinggi dalam upaya pemberdayaan masyarakat untuk mencapai nol kemiskinan ekstrem pada 2026 dan menekan angka kemiskinan hingga 4,5% pada 2029. Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam puncak Innovilleague: Liga Pemberdayaan Masyarakat Desa 2025 yang digelar di Graha Universitas Negeri Surabaya, Kamis (14/8/2025).

“Pengumuman pemenang bukanlah sebuah akhir, namun diharapkan menjadi awal implementasi gagasan,” ujar Muhaimin, seraya mengapresiasi kreativitas mahasiswa yang telah mengajukan Gagasan Pemberdayaan Masyarakat (GPM).

Ajang yang diinisiasi Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) ini diikuti 482 tim dari 1.894 mahasiswa seluruh Indonesia sejak dibuka pada Juli lalu. Penganugerahan pemenang dilakukan bersamaan dengan penutupan Rapat Koordinasi Nasional Forum Perguruan Tinggi dalam Pemberdayaan Masyarakat, yang dihadiri pimpinan perguruan tinggi, perwakilan kementerian, dan mitra strategis.

Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu (KPMDDTDT) Kemenko PM, Prof. Dr. rer. nat. Abdul Haris, menyampaikan apresiasi kepada seluruh finalis dan menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat sebagai kunci keberhasilan pemberdayaan desa.

Adapun daftar pemenang Innovilleague 2025 adalah sebagai berikut:

  • Juara 1: Jatinewyork – Universitas Padjadjaran, dengan gagasan BAMBOOST: Akselerator Ekonomi Kreatif Berbasis Kerajinan Bambu dengan Metode Community Empowerment untuk Mewujudkan Kemandirian Ekonomi di Desa Babakan Peuteuy.
  • Juara 2: Passmapres – Universitas Indonesia, dengan gagasan BANGSIAP: Inovasi Digital Desa berbasis AI dan Sinergi Hexahelix Berkelanjutan untuk Penanggulangan Pengangguran Struktural di Bantul.
  • Juara 3: Simpul Asa – Universitas Negeri Surabaya, dengan gagasan Sampang Smart Village Platform Terintegrasi sebagai Solusi Digital Terpadu untuk Mengentaskan Kemiskinan.
  • Juara Favorit: Tim BIOTIT GSC – Universitas Negeri Gorontalo, dengan gagasan Geo-Agro Wellness Bongongoayu: Pengembangan Geowisata Edukatif dan Agrobisnis untuk Ketahanan Ekonomi Masyarakat Berbasis Komunitas Berkelanjutan.
  • Gagasan Inovatif: MangrovePreneurs – Universitas Lambung Mangkurat, dengan gagasan Pemanfaatan Nektar Mangrove Air Tawar (Sonneratia caseolaris) sebagai Generating Income di Desa Mekar Sari.
  • Gagasan Solutif: ANNEX STIP TEAM – Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran Jakarta, dengan gagasan Inovasi Biogrease Hijau dari Minyak Jelantah untuk Pemberdayaan Ibu PKK Desa Paseban melalui Padat Karya menuju Industri Pelayaran Berkelanjutan.
  • Honorable Mention: Tim FOK Undiksha – Universitas Pendidikan Ganesha, dengan gagasan Kintamani Citruspreneur: Pemberdayaan Petani Muda melalui Inovasi Produk dan Digitalisasi Pemasaran Jeruk Lokal.
  • Honorable Mention: FORMASA – Universitas Sumatera Utara, dengan gagasan Transformasi Ekonomi Desa Pesisir: Model Pendekatan Ekonomi Hijau untuk Pemberdayaan dan Pengentasan Kemiskinan Masyarakat Desa Tanjung Rejo, Kabupaten Deli Serdang.

Sebelum penganugerahan, peserta dan pimpinan perguruan tinggi mengikuti Deklarasi Perguruan Tinggi dalam Komitmen Pemberdayaan Masyarakat sebagai bentuk kesepahaman memperkuat peran akademisi dalam pembangunan desa.

Melalui Innovilleague, perguruan tinggi di seluruh Indonesia tidak hanya menunjukkan kreativitas dan inovasi, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam pengentasan kemiskinan. Ajang ini diharapkan menjadi wadah kolaborasi berkelanjutan yang menghubungkan dunia akademik, pemerintah, dan masyarakat untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Berita Terbaru:

Baca Juga: