Final Innovilleague 2025: 8 Tim Terbaik Terpilih dari 1.894 Mahasiswa Seluruh Indonesia

Jatimpost.com – Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) melalui Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu (Deputi KPMDDTDT) secara resmi membuka Babak Final Innovilleague: Liga Pemberdayaan Masyarakat Desa 2025 di Universitas Negeri Surabaya, Rabu (13/8/2025).

Kompetisi Innovilleague merupakan program inisiasi Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat yang berkolaborasi dengan Forum Rektor Indonesia (FRI) dan Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI). Tahun ini, Innovilleague diikuti 482 tim dengan total 1.894 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di seluruh Indonesia. Seluruh peserta mengajukan Gagasan Pemberdayaan Masyarakat (GPM) dan bersaing ketat hingga tersaring 8 tim terbaik yang berhak melaju ke babak final.

Deputi KPMDDTDT, Abdul Haris, dalam sambutannya menegaskan bahwa ajang ini merupakan wujud keterbukaan pemerintah terhadap terobosan dan inovasi dari berbagai pihak, khususnya kalangan perguruan tinggi. Ia mengingatkan bahwa Tridharma Perguruan Tinggi, terutama poin pengabdian kepada masyarakat harus dijalankan dengan misi yang jelas. “Salah satu misi utama ketika turun ke masyarakat adalah pengentasan kemiskinan. Kita harus memastikan bahwa setiap langkah pengabdian memberi dampak nyata,” ujarnya.

Abdul Haris juga menekankan bahwa pengentasan kemiskinan menjadi agenda prioritas nasional sebagaimana tercantum dalam RPJMN Asta Cita Nomor 6 dan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025. Pemerintah menargetkan penurunan angka kemiskinan menjadi 4,5% pada 2029, serta pencapaian kemiskinan ekstrem nol persen pada 2026. Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Juli 2025, angka kemiskinan nasional berada di angka 8,47%.

Acara pembukaan final Innovilleague 2025 turut dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Pengembangan, Kerja Sama, dan Teknologi Informasi dan Komunikasi Universitas Negeri Surabaya, Prof. Dwi Cahyo Kartiko, serta Komisaris BRI yang juga menjabat sebagai Staf Khusus Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Lukmanul Khakim.

Dalam kompetisi ini, proses penjurian dilakukan oleh lima panelis yang terdiri dari: Direktur Jenderal PPDT Kementerian Desa PDT, Samsul Widodo; Staf Ahli Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Sugeng Bahagijo; Komisaris ID Food, Prof. Ali Agus; Asisten Deputi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Diah Kusuma Pitasari; serta Asisten Deputi Pemberdayaan Masyarakat Daerah Tertinggal, Leo Efriansa.

Gagasan yang diajukan para finalis menampilkan beragam inovasi bermanfaat, mulai dari aplikasi membangun ekosistem pengentasan pengangguran, strategi pemasaran digital, pengelolaan desa wisata, hingga pengolahan limbah minyak jelantah.

Adapun 8 tim yang berhasil menembus babak final berasal dari:

  1. Universitas Sumatera Utara
  2. Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran Jakarta
  3. Universitas Indonesia
  4. Universitas Padjadjaran
  5. Universitas Negeri Surabaya
  6. Universitas Pendidikan Ganesha
  7. Universitas Lambung Mangkurat
  8. Universitas Negeri Gorontalo

Proses kurasi gagasan dalam Innovilleague 2025 melibatkan peran strategis FRI dan MRPTNI, terutama dalam tahap penjurian. Dari total 15 tim terbaik yang lolos seleksi awal, kedua lembaga ini memastikan kualitas ide yang diajukan sebelum akhirnya terpilih 8 finalis. Tim-tim tersebut dinilai memiliki inovasi paling potensial, relevan, dan aplikatif untuk mendukung program pemberdayaan masyarakat desa.

Berita Terbaru:

Baca Juga: