Warga Jetis Mojokerto Kembali Curhat ke Mas Atho’ Soal Pupuk Bersubsidi yang Masih Langka

Jatimpost.com – Warga Kecamatan Jetis Kabupaten Mojokerto kembali curhat, menyampaikan keluh kesahnya terkait pupuk bersubsidi yang masih langka kepada Anggota DPRD Jawa Timur Ahmad Athoillah atau yang biasa disapa Mas Atho’ saat acara serap aspirasi, Kamis (12/11/2020) yang bertempat di Lembaga Pendidikan Al-Furqon Jetis Mojokerto. Pasalnya, para petani yang berada di Kecamatan Jetis tersebut kesulitan untuk mendapatkan pupuk bersubsidi, padahal sudah memasuki musim tanam.

Kondisi yang demikian tersebut, membuat masyarakat yang berprofesi sebagai petani was-was. Sebab jika tetap memaksakan menanam dan pupuk tidak tersedia hingga pada waktunya, akan mengakibatkan kerugian besar, gagal panen. Disatu sisi, para petani dalam kelangsungan hidup keluarganya sangat tergantung dengan hasil panen.

Mendengar keluh kesah tersebut,  Mas Atho’ mengatakan bahwa pihaknya sudah menyampaikan kepada dinas terkait beberapa bulan yang lalu tetang permasalahan ketersediaan pupuk di tingkat bawah. Namun ia berjanji akan berkoordinasi Kembali untuk memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi untuk petani.

“Akan tetap kami kawal sampai pemerintah menetapkan kebijakan terkait alokasi pupuk sesuai kebutuhan,” ungkap anggota Fraksi DPRD PKB Jawa Timur itu.

Tidak hanya terkait soal pupuk, warga yang hadir dalam acara reses tersebut meminta untuk adanya perhatian terhadap lembaga TPQ. Lembaga pendidikan agama tersebut pasalnya jarang bahkan tidak pernah mendapatkan perhatian dari pemerintah khususnya dari kementerin agama. Mulai dari sarana dan prasarana hingga terkait tunjungan kesejahteraan untuk para pengajar di TPQ.

Keluh kesah yang tersampaikan oleh warga tersebut kemudian ditanggapi politisi asal Jombang itu. Mas Atho’ berjanji aspirasi warga akan disampikan dalam rapat dewan bersama OPD dan gubernur guna menjadi bahan untuk membuat program atau kebijakan baru. “Semua aspirasi kita akan sampaikan. Ini menjadi bahan kita dalam menyusun RAPBD 2021,”sambungnya.