Wanita Muda di Bojonegoro ini Mengaku Tak kapok Ditangkap Polisi Saat Nyabu

Foto Istimewa

Bojonegoro, Jatimpost.comSeorang wanita muda berinisial PP (21), asal Kelurahan Ledokwetan, Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro, ini melontarkan ucapan yang menggegerkan aparat Polres Bojonegoro ketika menggelar rilis sejumlah kasus narkoba.

PP mengaku tidak kapok meski telah tertangkap basah saat sedang mengonsumi narkoba. Pengakuan itu disampaikan ketika ditanya langsung Kapolres Bojonegoro AKBP M Budi Hendrawan yang memimpi rilis kasus terseubut.

“Tidak kapok pak, enak kok,” ujarnya mnanggapi pertanyaan dari Kapolres Bojonegoro saat pers rilis di Mapolres Bojonegoro, Jumat (11/9/2020).

Selain meringkus PP, aparat Satnarkoba Polres Bojonegoro juga menangkap empat tersangka lain dalam operasi yang digelar mulai 24 Agustus hingga 4 September 2020. Dari kelima kasus tersebut sebanyak 0,66 gram sabu dan 8,32 gram ganja disita sebagai barang bukti.

Sedangkan, empat tersangka lain yakni inisial AN (46) seorang juru parkir dan AW (42) keduanya asal Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan. Serta RJ (20) asal Desa Dagkep, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro dan SG (27) Warga Kelurahan Ledokwetan, Kabupaten Bojonegoro.

“Kelima kasus tersebut dengan laporan polisi yang berbeda-beda. Para tersangka rata-rata mendapatkan narkotika dari pengedar di Surabaya,” ujar Budi.

Satu paket sabu-sabu oleh tersangka dibeli seharga Rp 200 ribu. Tersangka berinisial AN mengaku mengkonsumsi narkotika karena ingin mencoba.

“Penghasilan dua hari dari uang parkir dia belikan (sabu),” tandasnya.

Atas perbuatan para tersangka, kepolisian mengancam tersangka dengan Pasal 144 ayat 1 huruf a UU RI nomor 35 taun 2009 tentang Narkotika yang dalam pasal tersebut berbunyi setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, memberi, menerima, menjadi perantara dalam jual beli menukar atau menyerahkan narkotika golongan satu bukan tanaman dipidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling sinkat lima tahun kurungan, dan paling lama 20 tahun kurungan dengan denda paling sedikit Rp1 miliar dan maksimal Rp10 miliar.

Kemudian juga disangka Pasal 112 ayat 1 huruf a UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika yang berbunyi setiap orang tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan narkotika golongan satu bukan tanaman  dipidana penjara paling singkat empat tahun dan maksimal 12 tahun dengan pidana denda paling sedikit Rp800 juta maksimal Rp8 miliar.

Serta Pasal 127 ayat 1 huruf a UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika yang berbunyi setiap penyalahguna narkotika golongan satu bagi diri sendiri dipidana penjara paling lama empat tahun.