Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim Sebut Kepulangan Pekerja Migran Indonesi (PMI) Sepenuhnya Jadi Tanggung Jawab Pemerintah

Foto Istimewa

Jatimpost.com – Kedatangan Pekerja Migran Indonesia ke Jawa Timur tentunya harus menjadi tanggungjawab pemerintah. Baik pusat, provinsi, maupun kabupaten/kota. Karena itu, Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim, Hikmah Bafaqih meminta eksekutif harus melayani rakyatnya. “Apakah mereka (BMI) pulang resmi atau dideportasi. Ini tanggungjawab perintah,” tegas Hikmah Bafaqih.

Ketua Perempuan Bangsa PKB Jatim ini, menegaskan, selama pandemi ini diakuinya pemerintah Malaysia memulangkan banyak pekerja ilegal ke tanah air. “Yang tidak resmi dipulangkan. Sedang yang legal mereka pulang karena habis masa kontrak,” tegas Hikmah.

Ia mendorong pemerintah untuk memiliki strategi yang cukup jelas. Termasuk ancam wabah umikron  mengintip wilayah Jatim.  “Maka proses layanan harus sesuai dengan standar kesehatan. Mereka yang ditangani melakukan screning di bandara.  Mereka yang ditemukan sakit dilkukan pengobatan di rumah sakit. Untuk yang tidak sakit, tim satgas melakukan pengecekan di asrama haji,” tutur dia.

Terpisah Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyampaikan, ketersediaan bed di Asrama Haji cukup memadai. “Sebanyak 650 bed. Itu bisa untuk empat kali kedatangan PMI,” tandas Khofifah Indar Parawansah di sela-sela kunjungannya mengantarkan Mario Suryo Aji memohon restu ke Wapres RI Ma’ruf Amin di Istana Wapres RI.

Khofifah menambahkan, apabila kuota PMI  dikarantina di Asrama Haji penuh. Pemprov Jatim memiliki dua opsi lain, yakni di gedung  Lembaga Penjaminan Mutu Pemerintah Kemendikbud  dan Diklat  Kementerian Agama (Kemenag)  keduanya di Ketintang.

Apabila ketiga tempat itu juga penuh, kata Khofifah, maka PMI akan memakai hotel yang sudah disediakan pemerintah. “Kurang lebih ada 27  hotel yang akan disediakan untuk karantina PMI sedangkan untuk non PMI disediakan di 6 hotel,” tuturnya.

Khofifah menyebutkan, ada jadwal percepatan PMI dari Malaysia. Kedatangan PMI berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur berjumlah 129 orang. “PMI mendarat di Juanda, mereka di swab PCR dan hal lain sesuai dengan standar protokol kesehatan kedatangan dari luar negeri,” tegas Khofifah.