Tak Mau Jadikan Surabaya Sebagai Kota Mahal, Risma Tolak Pembangunan Jalan Tol di Tengah Kota

Foto Istimewa

JatimPost.com – Surabaya Walikota Surabaya mengungkapkan alasannya dalam penolakan pembangunan jalan tol ditengah Kota Surabaya. Alasannya, selain dapat membebani warga, hal tersebut membuat Surabaya menjadi kota mahal yang berdampak pada kesenjangan social masyarakat.

Di samping itu, Risma menyebut adanya tol ditengah kota Surabaya akan membuat Surabaya menjadi kota mahal. Dengan begitu, maka kota ini akan dipandang tinggi atau dinilai bagus dan megah yang kemudian akan berdampak buruk dan dapat menimbulkan kesenjangan sosial.

“Kalau Surabaya ini menjadi kota mahal, maka Surabaya ini tidak akan menjadi efisien. Akhirnya hanya orang mampu yang bisa bertahan, dan juga kota ini rentan sekali terhadap kericuhan. Karena kesenjangan tadi. Teorinya ada, aku tidak ngawur. Jadi semua itu harus dihitung,”  kata Risma, Senin (31/8/2020).

Wali Kota perempuan pertama di Surabaya ini menjelaskan juga terkait dengan alasan Keduanya, apabila koridor tol tengah kota itu dibuat masif jalur Utara-Selatan tentunya akan mengakibatkan pada sulitnya warga mendapat air bersih. Dikarnakan, jalur tol akan mengganggu sistem aliran air yang ada di Kota Surabaya.

“Kalau ini dibangun maka akan sulit aliran-aliran air itu. Pasti ada konstruksi-konstruksi yang akan mempengaruhi hambatan tadi,” papar dia.

Apalagi, saat ini sudah banyak bangunan di tengah kota. Tentunya adanya jalan tol tengah kota itu dapat mengganggu aktivitas perdagangan atau usaha di tengah kota.

Wali Kota Risma yang menjabat Presiden UCLG Aspac ini menjelaskan bahwa sebuah kota harus memperhatikan baik dan buruknya sebuah pembangunan. Baik itu dampak dari segi sosial, kesehatan maupun pendidikan. Menurutnya, untuk apa kota itu dibangun kalau kemudian warganya tidak bisa cari uang atau tidak bisa bersekolah yang pada intinya jauh dari kata sejahtera. “Toh itu (tol tengah kota) untuk pendapatan daerah, tidak bisa,” tegas Risma.