Tak Lagi Pakai Listrik, Petani di Ngawi Basmi Hama Tikus dengan Burung Hantu

Foto Istimewa

Ngawi, Jatimpost.comSerangan hama tikus di wilayah Ngawi membuat petani kerepotan. Berbagai cara ditempuh untuk membasmi hewan pengerat tersebut. Mulai dari memasang jebakan listrik, gropyokan atau pengasapan.

Mengingat jebakan listrik berbahaya untuk keselamatan petani, cara tersebut sudah dilarang. Petani disarankan memakai cara lain yang lebih aman. Salah satunya dengan menggunakan musuh alami tikus yakni burung hantu.

“Alhamdulillah kita sering blusukan untuk memantau dan menggelar diskusi dengan petani untuk meninggalkan pembasmian tikus dengan aliran listrik. Jadi sepakat dengan cara ramah lingkungan. Ini seiring telah banyak korban jiwa,” ujar Kapolres Ngawi AKBP I Wayan Winaya, Jumat (27/11/2020).

Winaya menjelaskan, dalam pembasmian hama tikus dengan cara ramah lingkungan, setiap kelompok tani akan memelihara burung hantu. Mereka akan membuat pagupon atau rumah burung hantu (rubuha).

“Jadi setiap kelompok petani nantinya akan mengkoordinir petani untuk membuat pagupon atau rumah burung hantu,” imbuhnya.

Ia menambahkan, para Ketua Gapoktan atau kelompok tani telah mengerti dan memahami, serta akan menyebarluaskan edukasi yang telah disampaikan. Baik oleh polisi maupun Dinas Pertanian.

“Pertanian ramah lingkungan dan dampak hukum bagi petani yang menggunakan listrik sebagai perangkap tikus di sawah, sudah kita sosialisasikan diharapkan paham semua,” tandasnya.