Serap Aspirasi Pedagang, Anton-Syamsul Gerilya Pasar Tradisional

Jatimpost.com, Kota Malang – Tahapan Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Malang 2018 sudah memasuki masa kampanye. Sesuai ketentuan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang, Ketiga pasangan calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Malang, mendapatkan jatah berkampanye 113 hari yang terdiri atas kampanye tertutup (dalam ruangan), blusukan, dan rapat umum terbuka. Terhitung mulai 15 Februari dan berakhir 23 Juni 2018.

Dalam rentang waktu tersebut sesuai arahan KPU Kota Malang, terdapat waktu 21 hari libur kampanye. Hari libur kampanye itu antara lain meliputi Hari Libur Nasional, Hari Raya Idul Fitri, dan dua kali debat publik, juga ketika deklarasi damai antar Paslon.

Pada Kampanye pertama (15/02/2018), pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Malang nomor urut dua, Anton – Syamsul Mahmud melakukan kunjungan ke wilayah kecamatan Sukun.

Bersama ratusan simpatisan dan partai-partai pengusung sekaligus pendukung paslon yang dikenal dengan jargon Malang APIK (Agama, Progresif, Inklusif dan Kreatif) itu bergerilya ke pasar-pasar tradisional, diantaranya Pasar Kasin dan Pasar Sukun.

Dalam kunjungannya kali ini, Anton – Syamsul dengan jargon ASIK itu banyak menyerap aspirasi dari masyarakat. Para pedagang pasar, nyatanya tak canggung berkomunikasi secara langsung dengan keduanya. Bahkan tak jarang mereka turut mendoakan agar Abah Anton terpilih kembali menjadi Walikota Malang untuk periode kedua.

Menurut Abah Anton, pasar tradisional adalah urat nadi ekonomi masyarakat, untuk itu keberadaannya secara bertahap akan terus di revitalisasi agar masyarakat makin nyaman belanja di pasar tradisional.

“Buk, Pak nyuwun pangestune nggih. Supaya bisa melanjutkan pengabdian pada Kota Malang tercinta,” kata Abah Anton yang diamini Syamsul Mahmud.

Pada kesempatan ini, Abah Anton tak lupa berpesan kepada seluruh masyarakat, utamanya tim kampanye dan pendukung, untuk berkampanye cerdas, santun dan damai.

“Kami ingin menunjukkan  bahwa pasangan ASIK bisa memberi contoh baagimana demokrasi yang baik,” pesan Suami Dewi Farida Suryani itu.

Dirinya juga menambahkan bahwa Warga Kota Malang sudah cerdas dalam memilih dan memilah pemimpin yang terbukti peduli kepada masyarakat.

“Insyaallah warga Malang sudah cerdas untuk memilih pemimpin yg sudah terbukti dan kerja nyata. Salam 2 jari, salam 2 periode,” ujar Anton, disambut tepuk riuh pedagang pasar.

Sebagai informasi sehari setelah hari pertama kampanye, semua paslon Walikota dan Wakil Walikota Malang, diharuskan libur berkampanye di tanggal 16 Februari. Sebab tanggal itu merupakan hari libur nasional, yakni Imlek. [BNY]