Sembilan Kali Mencuri di Panti Asuhan, Tiga Pelajar SMP Ditangkap Polres Mojokerto

foto istimewa

Mojokerto – Tiga orang pelajar diamankan Satreskrim Polres Mojokerto. Lantaran aksinya mencuri di rumah donatur Panti Asuhan Dahlan Asyafi di Dusun Mojogeneng, Desa Pekukuhan, Kecamatan Mojosari, Rabu (29/1/2020).

Tiga pencuri cilik itu diketahui berinisial AM, 16, MA 15, warga Kabupaten Mojokerto. Sedangkan satu tersangka lainnya berinisial RA, 15, asal Kota Surabaya. Akibat ulah ketiganya, korban pencurian menderita kerugian hingga puluhan juta rupiah.

Kapolres Mojokerto AKBP Feby DP Hutagalung mengatakan pihaknya berhasil menangkap ketiga pelaku ini berkat rekaman CCTV.

“Pengakuan kasus ini berawal dari adanya rekaman cctv, dari hasil rekaman cctv inilah akhirnya kita berhasil mendapatkan identitas pelaku,” ujar AKBP Feby PD Hutagalung.

Dalam beraksi, tiga pelaku ini tidak bersama-sama, dan aksi pencurian itu dilakukan berdua. Cara yang digunakan dengan membobol bagian dapur rumah donatur panti asuhan di Desa Pekukuhan, Kecamatan Mojosari itu, dengan menggunakan potongan besi.

“Pelaku ini kemudian mengambil barang-barang berharga seperti laptop dan uang. Aksi pencurian ini sudah dilakukan berkali-kali dan baru terungkap setelah pemilik rumah memasang CCTV,” imbuhnya.

Kapolres menambahkan, dalam kasus ini petugas juga megamankan satu pelaku yang tak lain salah satu penghuni panti asuhan tersebut.

“Dua orang adalah sebagai eksekutor sedangkan yang satunya lagi adalah yang menunjukan tempat barang itu disimpan karena yang bersangkutan ini adalah tinggal di panti tersebut,” pungkasnya.

Sementara itu, AM, otak pelaku pencurian yang notabene penghuni panti asuhan mengungkapkan, jika dirinya nekat mencuri karena ingin memiliki handphone.

“Saya perlu uang, buat beli HP. Saya tahu tempat menyimpan uangnya karena saya sering disuruh ustazah untuk pinjam uang ke pemilik uang itu. Maka itu saya tahu tempat menyimpan uangnya,” tandas AM.

Akibatnya, dalam kasus ini Yayasan Panti Asuhan Dahlan As-Syafi’I mengalami kerugian sebesar Rp82.500.000 karena sudah sembilan kali mereka beraksi. Uang yang dicuri itu uang pribadi dan uang yayasan panti asuhan juga.

Akibat perbuatannnya itu, ketiga pelajar tersebut bakal dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang Pencurian. Mereka terancam hukuman maksimal tujuh tahun penjara.