Selama 7 Hari, SMA/SMK di Banyuwangi Mulai Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka

Foto Istimewa

Banyuwangi, Jatimpost.comSetelah tidak lagi berada di zona merah Corona, beberapa SMA dan SMK Negeri di Banyuwangi, Jawa Timur. Menggelar uji coba proses pembelajaran secara langsung atau sekolah tatap muka di lakukan selama 7 hari.

Proses uji coba pembelajaran tatap muka disambut baik oleh para siswa yang mengaku senang bisa kembali berkumpul denga teman dan guru setelah beberapa bulan belajar di rumah secara online. Salah satu SMK Negeri 2 Tegalsari Mambadi’ul Ihsan yang ada di Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi.

Kepala SMKN 2 Tegalsari Mambadi’ul Ihsan, Umar Said mengatakan sebelum masuk ke dalam kelas, beberapa protokol kesehatan diterapkan secara ketat. Di antaranya siswa-siswi diwajibkan memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan dicek suhu tubuh oleh petugas keamanan sekolah. Tidak hanya siswa, guru pengajar juga wajib memakai masker hingga memakai sarung tangan.

“Kegiatan sudah kita lakukan sejak Senin kemarin. Untuk menghindari banyaknya kerumunan, pada uji coba sekolah tatap muka ini hanya dibatasi terisi 25 persen dari jumlah siswa keseluruhan saja,” kata Umar Said kepada wartawan, Rabu (4/11/2020).

Proses pembelajaran di dalam kelas pun diberi batasan waktu hanya 3 jam saja. Setelah proses pembelajaran tatap muka, pihak guru dan Tim Satgas Penanganan COVID-19 langsung melakukan evaluasi selama kegiatan yang ada di sekolah.

“Berdasar vidcon kami dengan Pak Bupati, Pak Kapolresta, Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan sejumlah kepala sekolah beberapa waktu lalu diputuskan bahwasanya perlu ada uji coba pembelajaran luring terbatas ini,” pungkasnya.

“Jadi Pak Bupati menghendaki namun harus ada jaminan dari sekolah, ketika anak berangkat sekolah dan pulang sekolah. Anak yang datang ke sekolah harus dipastikan sehat oleh orang tuanya, sementara sebelum pulang ke rumah nanti ya mereka juga harus kita pastikan sehat. Setiap harinya akan kami evaluasi,” tandsnya.

Uji coba pembelajaran tatap muka ini dilaksanakan selama tujuh hari ke depan di 14 SMK dan SMA di kabupaten Banyuwangi. Diharapkan, uji coba pembelajaran tatap muka bisa berjalan dengan baik dan tidak menimbulkan klaster baru di dunia pendidikan.