Salip Tagar Bu Susi dan Jadi Trending Topic, Menteri Desa Baru Dapat Ucapan Selamat Dari Warganet

Surabaya – Tagar #PakHalimHolopisKuntulBaris menjadi trending topic Twitter dan menyalip trending topic sebelumnya dengan tagar #BuSusi pada Rabu (23/10/2019) siang ini hingga pukul 13.45, dengan cuitan mencapai 20,7 ribu akun.

Hal ini diketahui setelah Presiden Jokowi mengumumkan menteri barunya Abdul Halim Iskandar atau Gus Halim sebagai Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT).

Berbagai ucapan selamat diucapkan para warganet, salah satunya akun berinisial @IYA_Juwita menyampaikan selamat dan harapannya kepada menteri desa baru tersebut.

“Pak @halimiskandarnu, sosok sederhana yg sll menemukan solusi dalam setiap problem yang ditemui, akademisi yg fasih dalam pergerakan, sosok santri yg rendah hati namun gigih dalam perjuangan. selamat melayani ibu pertiwi pak. Kami bangga #PakHalimHolopisKuntulBaris,” ungkapnya.

Ucapan selamat juga disampaikan oleh mantan Mendes sebelumnya, Eko P Sanjoyo melalui akun pribadinya @EkoSandjojo.

Eko menilai, sosok Gus Halim merupakan pribadi yang bersahaja dan pekerja keras. Selain itu, Gus Halim dianggapnya pas mengisi kursi menteri yang dijabatnya hari ini.

“Selamat kepada sahabat saya Pak Abdul Halim Iskandar atas dilantiknya sebagai menteri PDTT. Beliau adalah sosok yg sederhana dan pekerja keras yg mempunyai pengalaman yang sangat mumpuni untuk menjadi Menteri Desa PDTT. Selamat bekerja sahabatku yang santun dan baik hati,” cuit Eko kepada koleganya tersebut.

Mendes PDTT baru Abdul Halim Iskandar

Sebelumnya, Menteri Desa PDTT yang baru dilantik tersebut merupakan politisi lokal Jawa Timur. Masyarakat Jawa Timur mengenalnya dengan bapak Holopis Kuntul Baris. Tagline itu digunakannya sejak tahun 2016 lalu agar nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong dapat terbangun di Jawa Timur.

“Holopis kuntul baris merupakan modal bagi bangsa Indonesia untuk menyelamatkan kekayaan lokal dan memenangi pertarungan global. Melalui spirit Holopis Kuntul Baris, baris berbaris segaris, duduk sejajar dan berdiri setara, bergandeng tangan menjalankan agenda pembangunan berkelanjutan berbasis kearifan lokal,” begitu kutipan salah satu bukunya berjudul ‘Negeri Holopis Kuntul Baris’.