Sadis, Warga Malang Bakar Istri Sirinya Hidup-Hidup di Dapur, Begini Kronologinya

Foto Istimewa

JatimPost.com, Sumenep – Sungguh malang nasib Siti Nurbaya. perempuan yang tinggal di Jalan KH Mansur No. 7E RT 006/RW 001 Desa Pangarangan, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep dibakar hidup-hidup oleh suami sirinya di rumahnya.

“Penganiayaan dengan membakar korban itu terjadi di rumah korban, Jalan KH Mansyur,” kata Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti, Selasa (25/08/2020).

Diketahui, pelaku adalah Ainur Rofiq, warga Jalan Balean Barat 39, Lowokwaru, Malang, Jawa Timur. Akibat pembakaran itu korban mengalami luka bakar yang cukup berat.

“Penganiayaan dengan membakar korban, itu terjadi di rumah korban,” kata Kasubbag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti saat dikonfirmasi, Rabu (26/8/2020).

Widiarti menjelaskan, peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 22.00 Wib. Berawal ketika Ainur Rofiq datang ke rumah istri sirinya. Kemudian mereka mengobrol di dapur. Saat itu di rumah Siti juga ada kedua anak korban. Tersangka kemudian memanggil salah satu anak korban dan menyuruhnya membeli rokok.

Saat itu, anak korban sempat melihat ada gelas plastik warna ungu dan pink berisi bensin, kemudian dua botol air mineral yang juga berisi bensin berada di meja makan. Namun Dya ketika itu tak menaruh curiga dan kemudian meninggalkan dapur.

“Tersangka Ainur Rofiq lantas memanggil anak korban dan menyuruhnya untuk membelikan rokok. Anak korban pun bergegas keluar untuk membeli rokok dan menyerahkannya pada tersangka,” ungkap Widi.

Waktu itu korban dan tersangka ada di dapur. Sebelum tersangka membakar korban , mereka diduga terlibat cekcok hebat sedangkan anak perempuan korban yang berusia 21 tahun posisinya ada di kamar.

“Tapi nggak lama kemudian, anak korban ini mendengar teriak kesakitan ibunya dari dapur. Sontak ia berlari ke dapur dan mendapati ibunya dalam keadaan sudah terbakar,” terang Widi.

Melihat kondisi ibunya terbakar, Dya bergegas memadamkan api dengan menyiramkan air ke tubuh sang ibu lantas membawa ibunya ke rumah sakit terdekat.

Hingga saat ini, korban masih dirawat intensif di ruang rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Moh. Anwar Sumenep. “Kasus ini sudah dalam penanganan kepolisian, tersangka dan barang bukti juga berhasil diamankan. Sedangkan motifnya masih tahap penyelidikan,” jelas AKP Widiarti.

Saat ini, tersangka diamankan di Mapolres Sumenep dan dijerat Pasal 351 tentang tindak pidana penganiayaan didahului dengan perencanaan yang menyebabkan luka berat.