Puasa di Tengah Pandemi Covid-19, Pemkot Malang Larang Pasar Takjil

Foto Istimewa

Kota Malang – Pasar takjil, seolah-olah tak mau ketinggalan untuk meramaikan Ramadan di Kota Malang. Di beberapa titik sepanjang jalan di Kota Malang menjadi tempat favorit berburu panganan buka puasa di bulan Ramadhan.

Namun, Ramadhan kali ini sepertinya akan terasa sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, umat muslim harus melalui aktivitas puasa dan meraih hari kemenangan saat pandemi covid-19.

Berbagai kegiatan keagamaan yang dilaksanakan pada bulan Ramadhan yang dinilai melibatkan banyak orang pun sudah mulai dibatasi. Bahkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang juga mengeluarkan beberapa anjuran lain yang dinilai melibatkan kerumunan.

Salah satunya adalah larangan untuk berjualan takjil di pinggir jalan ataupun di lokasi khusus sebagaimana dilakukan saat Ramadhan tiba di Kota Malang. “Pasar takjil dan semuanya yang berhubungan dengan keramaian akan dilarang,” jelas Wali Kota Malang Sutiaji, Rabu (22/4/2020).

Larangan tersebut secepatnya akan diperkuat melalui peraturan Wali Kota Malang (Perwali). Di dalamnya akan dijelaskan berbagai poin berkaitan dengan larangan yang diberlakukan selama pandemi covid-19.

“Kami masih merancang peraturan itu dan memang akan diakumulasi semua. Termasuk berkaitan dengan penjualan takjil dan lain sebagainya,” kata Sutiaji.

Larangan itu juga berkaitan dengan anjuran kesehatan yang telah ditetapkan berdasarkan protokol yang sudah ada. Yakni semua aktivitas yang melibatkan keramaian dilarang untuk sementara waktu selama pandemi covid-19.

Selain itu, peraturan tersebut juga di dukung melalui UU No 6 tahun 2018 soal Kekarantinaan Kesehatan. Tepatnya terletak pada pasal 93 disebutkan mendapat hukuman kurungan paling lama setahun dan denda maksimal hingga Rp 100 juta bagi yang melanggarnya.