Politisi PKB Siap Perjuangkan Bosda Madin Bisa Cair dan Kembali Normal

Anggota Fraksi PKB DPRD Jawa Timur Chusainuddin saat menjalankan agenda resesnya di Kediri

Jatimpost.com – Politisi PKB Jawa Timur Chusainuddin mengatakan siap untuk memperjuangkan Bantuan Oprasional Daerah Madrasah Diniyah (Bosda-Madin) bisa cair dan Kembali normal seperti sebelum pandemi covid-19. Hal tersebut disampaikan anggota Fraksi PKB Jawa Timur itu usai mendapat keluhan dari para guru pengajar saat acara serap aspirasi yang berlangsung di Yayasan Hasyim As’ari Desa Ngreco Kecamatan Kandat Kabupaten Kediri, Rabu (11/11/2020).

Pasalnya, terjadi pemotongan angggaran bosda yang kemudian dialihkan untuk penanganan pencegahan covid-19. Selain itu, juga terjadi keterlambatan pencairan dana bosda dan membuat proses belajar dan mengajar di madrasah terganggu. Sebab, oprasional madrasah sangat tergangtung pada bosda dari pemerintah.

“Jelas ini kita akan perjuangkan, karena lembaga madrasah hingga hari ini menjadi pondasi pendidikan karakter,” ungkapnya.

Konstituen Chusainuddin tidak hanya meminta bosda Kembali normal, namun juga meminta adanya kebijakan yang memperhatikan pendidikan madrasah. Seperti adanya pembangunan gedung atau peningkatan sarana prasarana yayasan madrasah dan adanya perhatian terhadap pendidikan  pesantren dan beasiswa untuk santri.

Mendengar aspirasi tersebut, politisi Jatim dari dapil Kediri tersebut mengatakan bahwa pihaknya saat ini sedang memperjuangkan terbentuknya Perda tentang Pengembangan Pesantren. Salah satu isi perda tersebut akan memuat tentang kebijakan anggaran untuk pensantren dan termasuk untuk madrasah.

“Fraksi PKB sudah mengusulkan Raperda Pesantren dan sudah masuk ageda dewan. Isi dari raperda tersebut mencakup apa yang telah menjadi usulan tadi, seperti santri bebas spp, insentif dan honor untuk guru dan sebagainya,” sambungnya.

Selain aspirasi soal madrasah, warga yang hadir dalam reses tersebut juga meminta adanya perhatian kepada petani untuk dipermudah dalam mendapatkan pupuk bersubsidi. Sebab, saat ini sudah masuk musim penghujan dan musim tanam, sehingga ketersediaan pupuk sangat dibutuhkan oleh para petani.