Polisi Ungkap Penguras Uang Ojek Online

SURABAYA, jatimpost.com – Punya keahlian dan ilmu bukannya mencari penghasilan halal, namun tiga pria ini memilih menguras uang perusahaan ojek online. Pelaku melakukan order fiktif untuk melancarkan aksinya menguras uang ojek online.

Polrestabes Surabaya berhasil meringkus ketiga tersangka yang berstatus mahasiwa. Mereka adalah Liem Chandra (32) warga Raya Kutisari inda Surabaya, Liem Andrew Aghata (22) warga Sutorejo Prima Utara dan Mauriciano Victorus (23) warga Wijaya Kusuma Surabaya.

Komplotan membeli akun driver ojek online yang sudah tidak terpakai dengan harga berkisar Rp 1 juta. Total keseluruhan akun yang dimiliki komplotan ini sebanyak 36 akun driver dan ada 87 handpone berisi akun penumpang.

Komplotan ini menggunakan handpone tersebut dengan melakukan orderan fiktif dan target mereka adalah mengejar target bonus dari penyedia ojek online. Rata-rata setiap harinya para pelaku  dapat mengumpulkan uang Rp 3,6 juta.

“Saya pernah kerja di ojek online, saya cari celah bonusan kalau sudah dapat lima trip. Per hari dari aplikasi itu kami dapat 3,6 juta,” ujar Chandra, otak pelaku kejahatan ini, rabu (07/02/2018).

Kejahatan kategori extraordinary crime ini bermula saat manajemen penyedia jasa transportasi online. Curiga akan aktivitas beberapa akun yang selalu melakukan pembatalan pesanan setiap harinya.

Pihak manajemen kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polrestabes Surabaya, tim Cyber Crime unit Resmob, Satreskrim Polrestabes Surabaya bekerja dan membongkarnya. Ternyata modus kejahatan ini dilakukan pelaku sejak September 2017 hingga Februari 2018, ditaksir kerugian mencapai Rp 300 juta.

“Pelaku ini sudah mempelajari mekanisme perusahaan yang bisa diambil celahnya. Bahkan setiap hari, pelaku selalu mengupdate data penumpang menggunakan 86 Handpone yang berisi akun penumpang fiktif yang juga dijalankan oleh ketiganya,” ujar Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya, Kompol Lily Djafar.

Para pelaku menggunakan uang hasil kejahatannya katanya untuk biaya kuliah, pelaku terancam hukuman 12 tahun pasal 51 Jo 35 Undang-Undang RI nomor 9 tahun 2016 tentang ITE dan atau pasal 378 KUHP. Polisi juga mengamankan barang bukti 115 unit handpone berbagai merek, ATM berisi top up uang hasil kejahatan dan sebuah mobil Agya,