Polisi Gerebek Sebuah Cafe di Sidoarjo, Ada Apa?

Konfrensi kasus prostitusi oleh Polda Jatim yang digelar di Mapolda Jatim, Jalan Ahmad Yani, Surabaya

Sidoarjo, Jatimpost.com ­– Sebuah Cafe dan Resto di Sidoarjo digerebek Polisi lantaran menyediakan jasa layanan prostitusi. Hasilnya, petugas mengamankan seorang mami yang diduga sebagai mucikari.

Wadireskrimun Polda Jatim AKBP Nasrun Pasaribu mengatakan, tersangka bernama JR (41) warga asal Jalan KH Sulaiman, Desa Gemurung, Gedangan Sidoarjo. JR ditetapkan jadi tersangka karena menyediakan jasa esek-esek melalui pemandu lagu untuk melayani tamu berhubungan intim.

“Kami mengungkap kasus terhadap praktik prostitusi yang disediakan oleh seseorang. Lokasinya di Sidoarjo, yaitu Yayang Cafe and Resto. Kemudian untuk pelaku adalah satu orang dengan inisial JR atau alias MS,” kata Nasrun di Mapolda Jatim, Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Rabu (16/12/20).  

Nasrun menjelaskan, JR diketahui telah menyiapkan dan menyediakan layanan khusus kepada pelanggan untuk melakukan kegiatan hubungan badan. Kemudian menyiapkan tempat dan orangnya untuk melakukan tindak pidana prostitusi.

Penggerebekan dilakukan setelah petugas menerima laporan dari masyarakat bahwa Yayang Cafe dan Resto melakukan praktek prostitusi. Tersangka ditetapkan melanggar Pasal 296 dan 505 KUHP dan telah ditahan.

“Berdasarkan informasi dari masyarakat kita melakukan pengungkapan. Untuk pasal yang diterapkan adalah 296 dan 506 KUHP dengan ancaman pidana lebih-kurang 1 tahun 5 bulan. Kemudian selanjutnya kita lakukan penahanan terhadap tersangka,” tambahnya.

Dalam kasus ini, polisi mengamankan tujuh pemandu lagu atau LC, seorang kasir, dan seorang tamu untuk dimintai keterangan menjadi saksi. Saat melakukan penggerebekan, polisi juga mendapati adanya tindakan asusila di salah satu room karaoke dalam kafe tersebut.

Sementara itu, polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Yakni celana dalam pria dan wanita, uang Rp 1,4 juta yang menjadi tip LC dan muncikari, hingga bill room karaoke di lokasi kejadian.

“Kemudian untuk tersangka telah kita lakukan penahanan dan untuk barang bukti sejumlah uang Rp 1.400.000, kemudian pembayaran bill room, kemudian celana dalam wanita dan pria,” pungkas Nasrun. [*]