Polisi Bangkalan Ringkus Pelaku Perapasan Motor Bermodus COD

Bangkalan

Jatimpost.com Modus penipuan secara online, berhasil diringkus oleh Kepolisian Resort (Polres) Bangkalan. Mereka, mengamankan R (Inisial) sebagai pelaku penipuan dengan cara pembayaran melalui cash on delivery (COD), tanggal 31 Mei 2021. Bahkan, salah satu dari pelaku merupakan komplotan begal yang selama ini meresahkan warga.

Kepala Satuan (Kasat) Reskrim Polres Bangkalan AKP Sigit Nursiyo Dwiyugo mengatakan, R dibantu oleh M dalam melancarkan aksinya. Pada dasarnya, para tersangka mengincar kendaraan korban bernama S. Modusnya, akan mengantarkan barang pesanan S berupa pemanas air mereka melancarkan aksinya. R mengajak janjian pembayaran barang di suatu Desa.

“Jadi pelaku R dan M bersekongkol untuk membujuk S melakukan transaksi jual beli dengan cara COD, pelaku kemudian mengajak janjian pembayaran barang di Desa Parseh Kecamatan Socah,” ungkap Sigit, Jumat (4/6/2021).

Keduanya kemudian menyepakati untuk melakukan COD pada 29 Mei 2021 lalu dan bertemu di Desa Sanggra Agung sesuai dengan permintaan pelaku. Saat bertemu, SP melayani keduanya dengan baik layaknya penjual.

“Keduanya kemudian melakukan perannya masing-masing. R memegang barang pesanannya dan M meminta motor S dengan alasan akan memboncengnya ke rumah R,” tambahnya.

Tak disangka, saat semuanya diserahkan pada kedua pelaku itu, keduanya kabur meninggalkan korban sendirian. Setelah kejadian itu, korban masih melakukan penjualan melalui online. Ia kemudian kembali mendapatkan pesanan dari orang tak dikenal dan meminta COD di lokasi yang sama.

“Korbanpun mencurigai pemesan yang kedua ini dan melaporkan kembali. Lalu petugas kami menyamar untuk berpura-pura menjadi kurir,” pungkasnya.

Kemudian petugas menuju lokasi COD bertemu pelaku. Menyadari telah dijebak, pelaku melakukan perlawanan sehingga ia dilumpuhkan oleh petugas.

“Kami lakukan tindakan tegas dan terukur karena pelaku R melawan. Sementara M saat ini masih DPO,” Tandasnya.

Akibat perbuatannya R dituntut pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman hukuman penjara selama 4 tahun.