PKB Konsisten Jalankan Politik “Mabadi Khaira Ummah”

Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar

Jatimpost.com – Dihadapan Rais Syuriah dan Ketua Tanfidiyah PWNU Jawa Tengah, Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Ami) Ketua Umum DPP PKB, menyatakan bahwa PKB secara konsisten menjalankan Politik Mabadi Khaira Ummah hasil dari keputusan Muktamar NU di Magelang 1939 dan Hasil Munas NU di Lampung 1992.

Dimana Politik Mabadi Khaira Ummah itu berisi prinsip-prinsip pengembangan sosial dan ekonomi, yaitu pertama, ash-shidqu (benar) tidak berdusta; kedua, al-wafa bil ‘ahd (menepati janji) dan ketiga at-ta’awun (tolong-menolong), keempat prinsip ‘adalah (keadilan) dan kelima, istiqamah (konsistensi, keteguhan).

Menyitir dawuhnya KH Ahmad Siddiq, Gus Ami mengungkapkan bahwa dalam negara yang berdasarkan Pancasila, maka Mabadi ini digunakan sebagai sarana mengembangkan masyarakat Pancasila, yaitu masyarakat sosialis religius yang dicita-citakan oleh NU dan negara. Inilah pegangan PKB dalam berpolitik yang harus diimplementasikan secara konsisten oleh seluruh kader PKB.

Dihadapan jajaran pengurus PWNU dan seluruh Banom NU yg hadir, dalam Acara Silaturahim DPP PKB dan Keluarga Besar NU di Kantor PWNU Jawa Tengah pada Minggu (3/5/21),  Gus Ami mengajak semua keluarga besar NU dan PKB untuk membangkitkan kembali prinsip Mabadi Khaira Ummah ini.

“Kebangkitan Mabadi ini didorong oleh kebutuhan-kebutuhan dan tantangan nyata yang dihadapi oleh NU khususnya dan bangsa Indonesia pada umumnya. Kemiskinan dan kelangkaan sumber daya manusia, kemerosotan budaya dan mencairnya solidaritas sosial adalah keprihatinan yang dihadapi bangsa Indonesia”, Jelas Gus Ami.

Bagi Wakil Ketua DPR RI, nilai-nilai universal butir-butir Mabadi Khaira Ummah dapat dijadikan sebagai jawaban langsung bagi problem-problem sosial yang dihadapi masyarakat dan bangsa ini. Terlebih, Gus Ami melanjutkan, kelima nilai-nilai Mabadi tersebut menjadi kunci bagi bangsa Indonesia untuk segera keluar dari kepungan pandemi covid dan mempercepat pemulihan ekonomi nasional.