Penyidik Dalami Aliran Dana ke Rekening Bendahara Sarachen

JAKARTA, Jatimpost.com – Penyidik terus mendalami informasi terkait adanya uang yang ditransfer Asma Dewi, tersangka ujaran kebencian, sebesar Rp 75 juta, Asma diduga mentransfer uang ke rekening bendahara Saracen melalui NS.

NS adalah kelompok anggota Saracen yang belum terungkap. Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri masih mendalami laporan hasil analisis atas 14 rekening terkait kelompok Saracen ini.

“Masih kami lihat sangkut pautnya ke mana saja. Tidak semua yang kami dapat, kami sampaikan. Harus dipelajari semua,” ujar Kepala Unit V Subdirektorat III Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri AKBP Purnomo di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (14/9/2017).

Penyidik juga masih perlu mengkonfirmasi para tersangka mengenai temuan-temuan dalam laporan itu. Mereka akan ditanya peruntukan uang yang keluar dan masuk ke rekening tersebut.

Dalam kasus Saracen ini polisi menetapkan empat pengurusnya, yakni JAS, MFT, SRN, dan AMH sebagai tersangka. Mereka bersedia menyebarkan konten ujaran kebencian dan berbau SARA di media sosial sesuai pesanan dengan tarif Rp 72 juta.

Hingga saat ini diketahui jumlah akun yang tergabung dalam jaringan Grup Saracen lebih dari 800.000 akun.