PDIP Pecah Kongsi, Seno Ajak Kader PDIP Lawan Risma dan Eri-Armuji Dalam Pilwali Surabaya

Surabaya – Kakak kandung Whisnu Sakti Buana, Jagad Hari Seno baru-baru ini melontarkan pernyataan yang membuat publik terhenyak. Anak kandung dari politisi senior PDIP Surabaya itu mengajak seluruh simpatisan dan kader DPC PDIP agar melawan Risma dengan kekuatan oligarkinya. Pernyataan itu dibuat setelah adiknya ditunjuk menjadi panglima perang dalam rapat konsolidasi PDI Perjuangan Kota Surabaya.

Seno menilai penunjukan tersebut merupakan tekanan politik dan tidak manusiawi terhadap Whisnu Sakti Buana. Sementara Risma yang sejak awal “gagah” mengawal pasangan Eri-Armuji justru tidak hadir dalam rapat konsolidasi yang diadakan pada Minggu (15/11/2020). Pun halnya dengan Ketua DPC PDIP Kota Surabaya Adi Sutarwijono.

“Risma melarikan diri dari tanggung jawabnya sebagai panglima perang. Tidak berani diambil oleh Risma,” ujar Seno melalui rekaman audio yang diterima oleh jatimpostcom, Selasa (17/11/2020).

Seno yang merupakan salah satu mesin partai PDIP sejak awal-awal pencalonan Risma menjadi walikota Surabaya itu sebetulnya belum pernah muncul dihadapan publik. Namun, pada momentum pilwali kali ini, dirinya muncul ke ranah publik diiringi seruan untuk melawan Risma dan oligarki yang memback-upnya.

Putra dari alm pak Tjip itu juga menuding Risma melalui anak kandungnya, Fuad, akan mengambil alih struktur DPC PDIP Surabaya. Caranya dengan menjadikan Fuad sebagai koordinator relawan Eri-Armuji dan didesain untuk inline atau sama dengan struktrur partai PDI Perjuangan.

“Hari ini saya baru tahu maksudnya, jika relawan masuk struktur partai maka otomatis yang akan memegang kendali DPC PDIP Surabaya adalah putra kandung Risma nantinya,” beber Seno.

Untuk itu, Seno menyerukan kepada seluruh barisan Whisnu Sakti Buana untuk melawan Risma dan paslon Eri-Armuji dalam kontestasi Pilwali Surabaya kali ini.

“Bahwa saya menyerukan kepada sodara-sodara yang masih setia di barisan Whisnu Sakti Buana. Setiap ada sejarah perjuangan PDIP Surabaya, amankan posisi sodara, amankan wilayah anda, lawan Risma, Lawan Eri Armuji. Karena kekalahan Risma, kekalahan Eri-Armuji adalah kemenangan PDI Perjuangan, kemenangan Ibu Megawati Soekarnoputri, kemenangan sejarah PDI Perjuangan Kota Surabaya, Merdeka,” tandas Seno.