Panglima Santri: Santrinet Menjadi Solusi Darurat Pendidikan di Indonesia

Malang – Peringatan Hari Santri pada tahun ini terasa istimewa meski berlangsung di tengah pandemi Covid-19. Bertempat di Ponpes Sabilur Rosyad, Malang, peringatan tersebut sekaligus melaunching platform digital untuk menfasilitasi kegiatan belajar mengajar para santri bernama Santrinet.com.

Panglima santri, Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus Ami mengatakan, platform digital ini diperuntukan untuk mengatasi stagnasi model pendidikan jarak jauh yang mafhum dengan keterbatasan infrastruktur seperti internet.

“Jadi ketika Bu Ida Fauziyah (Menaker) mengusulkan Santrinet ini, salah satu keinginannya adalah menindaklanjuti apa yang sudah kita jalankan hari ini yaitu gerakan bangkit belajar, yaitu mengatasi kebuntuan atau stagnasi pendidikan jarah jauh karena rendahnya fasilitas infrastrukturnya,” kata Gus Ami saat sambutan sekaligus melaunching Santrinet.com, Kamis (22/10/2020).

Panglima Santri Gus Ami saat melaunching Santrinet.com didampingi Ketua PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar, Mendes PDTT dan Ketua DPW PKB Jatim Gus Halim, Ketua DPW PKB Jawa Tengah Gus Yusuf Chudori dan Menaker Ida Fauziyah

Terlebih, saat pembelajaran daring banyak pesantren yang masih belum memadai berkenaan dengan fasilitas internet. Sehingga hal ini mempersulit kegiatan KBM di pesantren.

“Internet tidak ada, handphone gak ada, fasilitas virtual tidak memadai maka kita lakukan gerakan bangkit belajar melalui berbagai tatanan yang kita miliki,” jelas Gus Ami.

Dengan adanya platform digital ini, Gus Ami melanjutkan, dapat membantu kegiatan para santri ketika mengikuti proses KBM.

“Platform Santrinet ini saya harapkan tidak saja memberi jalan keluar, mungkin yang dibantu tidak banyak, tapi bagaimana santrinet juga bisa memberikan jawaban stagnasi. Karena siapapun tidak bisa mengatasi tanpa kerja sama,” tambah Gus Ami.

Selain itu, Ketum DPP PKB ini, pada momentum hari santri ini menyerukan seluruh pesantren di Indonesia agar bahu membahu untuk mengatasi stagnasi pendidikan di Indonesia akibat pandemi Covid-19.

“Dalam kesempatan Hari Santri Nasional ini saya menyerukan tidak ada pilihan bagi seluruh pesantren di seluruh Indonesia. Mari kita bersatu padu, bahu membahu. Yang kuat membantu yang lemah, yang kuat menolong yang kekurangan, insya allah pesantren akan menjadi kekuatan yang menjadi solusi Indonesia bagi darurrat pendidikan nasional kita,” beber Gus Ami.

Terlebih, Gus Ami juga mengkritik menteri Pendidikan dan Menteri Agama yang tidak hadir untuk mengatasi krisis pendidikan di masyarakat tersebut. Sehingga dengan bersatunya pesantren-pesantren se Indonesia bisa menjadi solusi atas jawaban dari darurat pendidikan tersebut.

“Untuk mencari menteri pendidikan tidak mudah, nyari menteri agama tidak mudah, mari masyarakat pesantren bersatu padu, bahu membahu mengatasi darurat pendidikan nasioanl ini. Salah satunya dengan berbagai inovasi, tekhnologi, dengan berbagai macam kreativitas kita agar pendidikan yang sedang mengalami kebuntuan ini bisa kita atasi,” pungkas Gus Ami.