Nyaris Ricuh, Massa Penambang Pasir dengan Mahasiswa di Depan Mapolres Blitar

Foto Istimewa

Blitar, Jatimpost Sejumlah massa mahasiswa dan ratusan penambang pasir nyaris ricuh di depan Mapolres Blitar. Ketegangan ini berawal dari aksi unjuk rasa mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di depan Mapolres Blitar.

Dalam orasinya, massa mahasiswa menuntut adanya penindakan secara hukum oleh kepolisian bagi penambang pasir ilegal yang masih beroperasi. Lalu, menjaga ketertiban pertambangan di Kabupaten Blitar sesuai dengan prosedural Undang-Undang yang berlaku.

Tanpa diduga, unjuk rasa mahasiswa ini didatangi ratusan orang yang mengaku sebagai penambang pasir. Meski terpisah oleh barikade polisi, kedua kubu sempat terlibat adu mulut. Massa penambang pasir juga sempat merangsek mendekat ke massa mahasiswa. Namun petugas langsung melokalisir massa dari kedua kubu.

Massa mahasiswa tetap berada di depan pintu gerbang Mapolres, sementara massa penambang pasir berada di Barat pintu gerbang dengan pengamanan petugas kepolisian.

Kabag Ops Polres Blitar Kompol Sapto Rachmadi mengatakan, Polres Blitar hanya menerima pemberitahuan kegiatan aksi unjuk rasa dari mahasiswa. Sedangkan massa dari penambang pasir datang secara tiba-tiba.

“Alhamdulillah aman dan tertib. Tapi tiba-tiba tadi para penambang pasir datang. Kami segera koordinasi kedua belah pihak antara para mahasiswa dan warga dan berhasil untuk kami negosiasi.” tandas Sapto.

Sapto menambahkan, Polres Blitar menerjunkan sebanyak 200 personel untuk mengamankan aksi unjuk rasa tersebut, mulai dari halaman Mapolres Blitar dan di Kantor Bupati Blitar.