Momentum Haul, Gus Menteri Cerita Kesederhanaan Almarhum Gus Dur

Jakarta – Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menggelar Haul ke 11 pendiri PKB KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dalam kalender Hijriah, Senin (31/8/2020). Dalam hitungan Hijriah, Gus Dur diketahui wafat tepat tanggal 14 Muharram.

Dalam kesempatan tersebut, Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar atau Gus Menteri memberikan sambutan dalam peringatan Haul Gus Dur tersebut. Menurutnya, sosok Gus Dur harus menjadi teladan bagi kader PKB dalam mengarungi kehidupan politik.  

“Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya ingin mengingatkan kita terkait dengan kehidupan politik yang membutuhkan kesabaran, ketenangan, utamanya didalam memanage urusan duniawi,” kata Gus Halim di Kantor DPP PKB.

Terlebih, menurut Ketua DPW PKB Jatim itu, sosok Gus Dur merupakan pribadi yang sederhana. Untuk itu, momentum tersebut diharapkan menjadi pengingat bagi kader PKB untuk meneladani perilaku Gus Dur. Sehingga bisa diterapkan dalam semangat berpartai dan bermasyarakat.

“Kenapa ini saya angkat karena Gus Dur adalah sosok yang sangat jelas memberikan contoh kepada kita tentang kesederhanaan hidup beliau yang semua orang tau, tidak usah bercerita panjang lebar, bertestimoni tentang bagaimana kesederhanaan beliau, semua orang sudah sangat tau. Itulah makanya saya mengajak kepada kita semua untuk meneladani kesederhanaan beliau,” tambahnya.

Salah satu kejadian tentang perilaku sederhana yang dialami langsung oleh Ketua DPP Bidang Kaderisasi dan Legislatif ini adalah saat berkunjung atau sowan ke kediaman mantan Ketua PBNU tersebut. Gus Menteri diajak ke suatu tempat acara seminar di sebuah hotel.  

“Nah salah satu kejadian yang pernah saya alami, pada saat beliau sudah menjadi Ketua Umum PBNU, pagi-pagi saya sowan ke dalem beliau , pada saat itu saya masih berdomisili di Jombang, dengan bahasa lain dadi wong ndeso, kebetulan ada kesempatan dan peluang ke Jakarta,” paparnya.

Tak ayal, sebelum berangkat Gus Menteri masih memastikan apakah ada kendaraan yang menjemput. Namun, Gus Dur langsung memberhentikan kendaraan umum untuk menuju ke tempat acara.

“Saya kaget Ketua Umum yang di Jombang dan di seantero Indonesia dan dunia terkenal sebagai orang hebat, mau berangkat sendirian naik bajaj. Ya sudah saya ikut saja,” pungkasnya.

Untuk diketahui, acara peringatan Haul Gus Dur yang ke 11 dimulai dengan menggelar yatiman, doa dan khatmil Qur’an, lalu dilanjutkan dengan pembacaan Tahlil dan Yasin. Selanjutnya acara pamungkas yakni pembacaan manaqib Gus Dur oleh Gus Ami. Seluruh rangkaian acara tersebut tayang secara live akun media sosial DPP PKB dan Yotube NU Channel.