Menteri Desa PDTT Halim Iskandar Dapat Penghargaan Tokoh Inspiratif Santri Jatim

Liputanjatim.com – Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar mendapatkan penghargaan dari PW IPNU Jawa Timur sebagai tokoh inspiratif santri membangun desa. Penganugrahan tersebut diberikan langsung oleh Ketua IPNU Jatim M Fakhrul Irfan syah dalam acara Millenual Summit 2022 yang diselenggaran di Aula Kantor PWNU Jawa Timur, Sabtu (26/3/2022).

Penghargaan khusus tersebut kepada pria yang biasa disapa Gus Halim itu tidak lepas dari peran dan kontribusinya dalam membangun desa. Terlebih lagi, Gus Halim merupakan salah satu santri yang sukses dalam karir politiknya dan dipercaya sebagai Menteri Desa. Peran tersebut kemudian menginspirasi para santri dan juga kader IPNU untuk terlibat dalam membangun desa.

Sementara itu, Gus Halim dalam sambutannya memberikan motivasi dan langkah strategis yang bisa diambil oleh kader IPNU untuk percepatan pembangunan bangsa, diantaranya adalah terlibat dalam pembangunan desa. Karena itu, berbagai program pembangunan desa selalu berusaha melibatkan kaum millenial.

“Para millenial sekarang ini terus kita garap dengan melibatkan mereka semaksimal mungkin. Kita memiliki sekitar 250 desa yang sekarang lagi kita dampingi untuk menjadi desa digital atau desa cerdas atau smart village,” ungkap Ketua DPW PKB Jawa Timur itu yang didampingi Sekretarisnya, Anik Maslachah.

Lebih lanjut, Gus Halim menjelaskan kepada awak media bahwa Indonesia akan menghadapi bonus demografi pada 2030. Untuk itu, peran pemuda sangat diperlukan. Terutama di sektor teknologi dan informasi.

“Bonus demografi punya dua sisi mata pisau. Kalau salah menggunakan akan menjadi masalah. Tapi kalau tepat akan sangat produktif bagi percepatan pembangunan,” sambungnya.

Peran serta kaum milenial amat penting dalam perkembangan teknologi digital. Karena itu, dirinya memberikan kesempatan kepada kaum milenial untuk terlibat pembangunan.

“Hari ini kita berusaha melibatkan para millenial. Lalu, kita selalu bicara e-commerce, selalu bicara market place, baik untuk satu ikon pemulihan ekonomi nasional level desa, yang kita sebut dengan desa wisata maupun BUMDesa, yang hari ini betul-betul sudah memiliki kekuatan legal standing karena dinyatakan sebagai badan hukum. Nah, tentu ini tidak bisa lepas harus kita kuatkan juga dari platform-platform digitalnya,” paparnya.