Ketum PBNU Terpilih sebagai Wakil Presiden Religion for Peace

Jakarta – Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj terpilih menjadi vice presiden atau wakil presiden di Religion for Peace.

Terpilihnya Kiai Said sebagai wakil presiden di Religion for Peace karena dinilai sukses memimpin ormas terbesar di negara Muslim terbesar di seluruh dunia, yaitu sukses menjadi ormas yang menyampaikan pesan-pesan keagamaan yang damai dan moderat.

Hal tersebut disampaikan secara resmi oleh Deputy Secretary General Religion for Peace Rev. Kyoichi Sugino dan rombongan kepada Kiai Said di Gedung PBNU, Jakarta, Senin (9/9).

Menurut Kyoichi, Sidang Umum Kesepuluh Religion for Peace secara resmi memilih Kiai Said Aqil Siroj menjadi salah seorang wakil presiden setelah pemimpin agama-agama sedunia pada bertemu di Jerman.

“Para tokoh agama tersebut berasal dari 125 negara yang berjumlah 900 orang,” ungkap Kyoichi, berkebangsaan Jepang, yang disampaikan penerjemah dari Interfidei Elga J. Sarapung.  

Para pemimpin agama dunia berharap dengan menetapkan Kiai Said sebagai tokoh perwakilan Muslim Indonesia itu dapat menyebarkan ide-idenya agar model keberagamaan di Indonesia tak hanya dirasakan di Indonesia, tapi oleh dunia.

Menurut Kyoichi, Kiai Said Aqil Siroj akan mengemban amanah itu selama lima tahun ke depan.

Untuk diketahui, Religion for Peace adalah pengganti dari World Conference on Religion and Peace (WCRP). Pada tahun 1990-an, Ketua Umum PBNU KH Abdurrahman Wahid pernah mengemban amanah sebagai presidennya. Tokoh lain yang tergabung di WCRP saat itu adalah Gedong Bagus Oka dan Syafi’i Ma’arif. Pada masa Ketua Umum PBNU Almarhum KH Hasyim Muzadi juga aktif di lembaga itu.