Jelang Nataru, Walikota Malang Pastikan Semua Gereja Sudah Sesuai Aturan

Foto Istimewa

JatimPost, Malang – Jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) Wali Kota Malang, Sutiaji bersama Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata dan Dandim 0833/Kota Malang Letkol Arm Ferdian Primadona memastikan persiapan seluruh Gereja Kristen dan Khatolik yang berada di Kota Malang.

Seluruh gereja di Kota Malang pastinya akan melakukan pembatasan sesuai Surat Edaran (SE) yang telah di edarkan, terlebih tiga gereja yang saat ini ditinjau yakni, Gereja St. Albertus Blimbing, Gereja Kayu Tangan dan Gereja Ijen.

Sutiaji mengatakan, untuk kapasitas jemaat masih akan diterapkan dalam prosentase 25 persen dari kapasitas keseluruhan jemaat yang ditampung di setiap gereja.

“Untuk yang kapasitasnya lebih dari seribu kini kita beri batasan maksimal 190 jemaat. Kalau yang kecil kita tetap pakai prosentase 25 persen dari kapasitas,” ungkapnya.

Sementara itu, untuk para jemaat yang tidak mengikuti ibadah secara luring/offline setiap gereja sudah menyiapkan platform tersendiri untuk para jemaatnya agar bisa melakukan ibadah secara daring/online.

“Salah satunya di Gereja Ijen ini, pihaknya sudah menyediakan platform youtube untuk para jemaat yang tidak bisa mengikuti ibadah secara langsung karena memang ada pembatasan,” katanya.

Terkait dengan persiapan Nataru, lanjut Sutiaji, bukan hanya keamanan protokol kesehatan Covid-19 saja, Namun juga terhadap perbuatan orang-orang yang tidak diinginkan juga.

“Untuk meyakinkan dan memberikan jaminan kepada Jemaat gereja bahwa kita sepenuhnya total menjaga keamanan dari jemaat. Saya juga minta tolong kepada Romo maupun pengurus gereja juga membantu, karena saya tidak ingin saudara kita diganggu saat menjalani ibada,” jelasnya.

Sutiaji berpesan, untuk para pelanggar protokol kesehatan dan pengganggu jemaat yang sedang beribadah secara tegas pihaknya bersama jajaran akan mengambil sikap tegas. “Ini tidak hanya berlaku pada jemaat Kristiani saja tapi seluruhnya tanpa terkecuali,” pungkasnya.