Harlah NU ke-98, PKB Jatim Doa Istighosah Bersama Kiai Sepuh NU

Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar (tengah) saat memberikan sambutan dalam acara Harlah NU ke-98 di Grha GD Surabaya

Jatimpost.com – DPW PKB Jawa Timur menggelar doa istighosah bersama dengan kiai-kia sepuh Nahdlatul Ulama (NU) dalam acara Harlah NU ke-98 (hijriyah), Sabtu (20/2/2021) di Gedung Grha GD Surabaya. Acara  yang juga disiarkan secara virtual tersebut dihadiri oleh Rais A’am PBNU KH Miftahul Akhyar, Ketua PWNU Jawa Timur Marzuqi Mustamar, Wakil Rais Syuriah PWNU Jawa Timur KH Anwar Iskandar, KH Abdus Salam Shohib, KH Syafrudin Syarif, Ketua DPW PKB Jatim Abdul Halim Iskandar dan juga Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Ami).

Harlah ke-98 NU tidak hanya doa dan mengenang para pendiri, namun juga memberikan santunan kepada anak yatim piatu yang ada di wilayah Surabaya. Abdul Muhaimin Iskandar atau  Gus Amin menyerahkan langsung uang tuai kepada para yatim piatu tersebut.

Di kesempatan tersebut, KH Anwar Iskandar memberikan tausiah terkait garis perjuangan NU dan PKB di masa kini. Menurutnya, perjuangan yang dilakukan kader-kader di parlemen perlu disosialisasikan kepada masyarakat dengan tujuan masyarakat tahu apa yang telah dilakukan oleh PKB. Ia mencontohkan terkait dengan perjuangan PKB membentuk UU Pesantren dan Raperda Pesantren.

“kalau undang-undang tersebut berhasil, nanti kiai-kiai dan pesantren bisa merasakan kebermanfaatannya. Kadang ada perjuangan hebat di parlemen, yang diperjuangkan tidak mengerti. Disini pentingnya sosialisasi. Karena saya sering mendengar bagaimana Mbak Anik Maslachah (Sekretaris DPW PKB Jatim/Wakil ketua DPRD Jatim) bekerja jungkir balik bersama teman-temannya, tapi tidak ada sosialisasi,” terangnya.

Kurangnya sosialisasi apa yang telah diperjuangkan oleh PKB, menjadikan masyarakat menganggap PKB biasa-biasa saja. “Perjuangan itu penting, tapi sosialisasi dari perjuangan itu juga penting,” sambungnya.

Sementara itu, Ketua Umum PKB Gus Ami menyinggung soal tantangan partai politik khususnya PKB. Menurutnya, masyarakat kini mengarah pada pemikiran prakmatis. Dimana Politik uang menjadi pilihan sehingga menyebabkan kader PKB kalah bersaing dengan politisi lain yang berduit.

Untuk menjawab tantangan yang berat tersebut, Gus Ami menyebutkan ada tiga solusi, pertama adalah perbaikan pendidikan politik kader dan masyarakat. Kedua kekompakan dan kebersamaan semua warga nahdlatul ulama bersama PKB. Dan yang ketiga adalah politisi PKB untuk bisa lebih handal dan cerdas di tengah pertempuran politik.

“Soliditas dan kebersamaan bisa menopang dan melawan prakmatisme politik yang berkembang saat ini,” kata Wakil Ketua DPR RI itu.