DPRD Jatim Sebut Penguatan Pancasila Dapat Menjawab Arus Tekhnologi Globalisasi

Jatimpost.com – Anggota DPRD Jawa Timur, Ahmad Hilmy menuturkan ditengah masifnya perkembangan dan penggunaan teknologi penguatan mental berasaskan Pancasila penting dilakukan.

Menurutnya Pancasila sebagai pondasi berbangsa dan bernegara Indonesia harus disikapi secara universal. Pancasila Hilmy katakan sarat dengan nilai moral untuk kerukunan dan kemajuan Indonesia.

”Pancasila tidak hanya berhenti pada paparan pidato, tetapi Pancasila telah menjadi pelaku hidup dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sehingga, setiap penyelenggara negara, aparatur negara dan masyarakat punya tanggung jawab moral bagaimana Pancasila bisa diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Hilmy saat Sosialisasi Wawasan Kebangsaan, Minggu (12/12/2021).

Anggota Fraksi PKB Jatim ini memaparkan, tantangan zaman semakin hari akan terus bertambah. Pola hidup sosial masyarakat juga akan bergerak demikian. Kondisi sosial yang begitu dinamis ini harus ada kayu penyanggah agar generasi Indonesia tidak ikut arus sebagai korban perubahan dunia.

Indonesia harus mempunyai karakteristik tersediri dalam menentukan arah perkembangannya, dan ini terletak pada penguatan mental Pancasila sebagai Ideologi bangsa.

“Hal Itu semua ada pada kita, nilai-nilai Pancasila, harapan kami tidak hanya menjadi filter, tapi juga menjadi penggerak generasi muda. Anak-anak muda Indonesia tidak kalah kualitasnya dibanding dengan anak-anak muda yang ada di Amerika, Eropa, Cina , Jepang dan seterusnya. Pancasila bisa membangun karakter bangsa kita secara positif, sehingga memiliki kepribadian dan karakter yang baik, punya prestasi, kemandirian, kecerdasan yang bisa membangun peradaban bangsa Indonesia lebih baik” tegasnya.

Politisi dari Dapil Probolinggo-Pasuruan ini berharap generasi milenial saat ini dapat menjawab tantangan zaman, memberikan efek positif terhadap kesejahteraan masyarakat. Apalagi dalam prediksinya, 5 hingga 10 tahun mendatang ada persaingan global berbasis media sosial dan technologi robotic dan lain sebagainya. Yang lambat laun akan mengurangi peran manusia dalam jasa dan manufacturing.

“Kita berharap terutama kepada generasi Milenial, tidak hanya tanggung jawab moral, mengamankan dan mengamalkan Pancasila, tetapi generasi Milenial juga punya tanggung jawab untuk memajukan bangsa kita ini”, ucap Gus Hilmy.

Ia mengatakan, era digitalisasi ini justru menjadi peluang dan tantangan bagi generasi muda. Oleh karenanya, penting untuk melakukan filterisasi terhadap munculnya informasi. “Apakah kita ingin menjadi korban banjir informasi di era digital, atau kita bisa mengelola informasi untuk menggapai prestasi,” ujarnya.