DPRD Jatim Anggap Syarat Test PCR Penting, Namun Harganya Harus Diturunkan

Jatimpost.com – Kewajiban menunjukkan hasil test Polymerase Chain Reaction (PCR) bagi masyarakat yang mau bepergian dengan mode pesawat untuk saat ini masih penting dilakukan.

Mengingat persebaran Covid-19 saat ini sudah mulai melandai. Tentunya harus terus dijaga agar tidak terjadi gelombang selanjutnya.

Langkah pemerintah untuk mewajibkan test PCR tersebut sudah benar. untuk mengurangi risiko penularan Covid-19 di antara penumpang pesawat saat mobilisasi masyarakat makin meningkat seperti sekarang.

Setidaknya anggapat tersebut, searah dengan yang dikatakan anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Aida Fitriati.

“Meski saat ini kasus virus covid 19 trennya landai turun, kita tetap waspada jangan sampai ada lonjakan kembali, selain vaksin yg masif sebagai upaya penanggulangan,” kata Neng Fitri sapaan akrabnya.

Menurut cucu pendiri NU, KH. Abdul Wahab Hasbullah ini mengatakan, masyarakat jangan lengah terhadap tren Covid-19 yang sudah menunjukkan reaksi negatif terhadap persebarannya. Oleh sebab itu patuh terhadap protokol kesehatan masih penting dilakukan.

“Disiplin protkes tentunya juga sangat efektif dalam upaya pencegahan .
Maka penerapan PCR untuk yang berpergian kami mendukung itu,”

Terkait harga yang ditanggung para penumpang yang saat ini sudah turun, Anggota Fraksi PKB ini mengaku bersyukur. Sebab, beban biaya sudah tidak terlalu mahal ketimbang sebelumnya yang berada di angka kisasar 450 ribu rupiah.

“Alhamdulillah sesuai dengan Surat Edaran (SE) Nomor HK02.02/1/3843/2021 tentang Batas Tarif Tertinggi Pemeriksaan Reverse Transcription Polymerase Chain Reaction (RT-PCR). Ada penurunan biaya yg sangat signifikan, Pemerintah telah menetapkan biaya tes RT-PCR sebesar Rp 275.000 khusus Pulau Jawa-Bali. Sementara di luar Pulau Jawa-Bali Rp 300.000. Tarif terbaru tes RT-PCR itu berlaku sejak diterbitkannya surat edaran pada 27 Oktober 2021,” paparnya.

Kendati demikian, demi menekan biaya penerbangan dan mendukung bangkitnya kembali perekonomian, politisi dari daerah pilihan (Dapil) Pasuruan-Probolinggo tersebut berharap pemerintah kembali menurunkan harga test PCR tersebut.

“Dan tentu harapan saya, tarif nya pun diturunkan lagi agar tida membebani masyarakat yang biaya mandiri,” harapnya.