Diduga Hina Kiai di Facebook, Ibu Muda Asal Pamekasan Diringkus Polisi

Foto Istimewa

Pamekasan – Seorang ibu muda berusia 28 tahun asal Galis, Pamekasan, diciduk petugas Polda Jatim karena komentarnya di media sosial yang bernada penghinaan dan pelecehan terhadap seorang kiai sebuah pondok pesantren.

Ibu muda adalah Ulin Zahra (UZ). Ia ditangkap polisi kemarin, Rabu. Saat melakukan ujaran kebencian, UZ menggunakan akun Facebook (Fb) bernama Suteki dengan foto orang lain.

“Yang bersangkutan ini diamankan karena kontennya adalah ujaran kebencian, yang tentu dampaknya mampu membuat atau berpotensi menimbulkan konflik sosial di masyarakat,” ungkap Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, Jumat (12/6/2020).

Kasus tersebut bermula, ketika warganet mengunggah postingan pernyataan Mustasyar PWNU Jatim soal kewajiban memandikan jenazah corona atau Covid-19 di salah satu Grup Facebook Pamekasan Hebat.

“Unggahan itu lantas dikomentari beberapa netizen, salah satunya UZ dengan nama akun Suteki. Ia diduga menulis komentar melecehkan dan menghina kiai beserta para santri pondok pesantren di Pamekasan”, pungkasnya.

Untuk itu, kata Truno, pihaknya akan terus memproses kasus tergolong ujaran kebencian tersebut secara obyektif, profesional dan prosedural.

“Tentu sesuai dengan undang-undang tentang ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik),” tandasnya.

Sedangkan atas perbuatannya, tersangka UZ terancam pasal 45A ayat (2) jo pasal 28 ayat (2) UU RI No 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI no 11 tahun 2008 tentang ITE, dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 1 Miliar.