Di Hadapan Jokowi, Khofifah Beberkan Alasan Kasus Covid-19 di Jatim Kembali Naik

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

Surabaya, Jatimpost.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansah menjelaskan tingkat penularan (rate of transmission) Covid-19 di wilayahnya kembali naik dibeberapa pekan terakhir. Khofifah beralasan hal tersebut terjadi disebabkan beberapa faktor diantaranya kurangnya tingkat kedisiplinan masyarakat terhadap protokol kesehatan.

Di hadapan Presiden Jokowi, Khofifah menjelaskan, tingkat penularan Covid-19 di Jawa Timur sempat menyentuh angka 0,86 persen pada 9 Juni 2020. Namun akibat ketidakpatuhan tersebut, tingkat penularan kembali naik di atas angka 1. Padahal, jika 14 hari berturut-turut angkanya di bawah 1.

“Surabaya sendiri RT-nya di bawah 1 sempat 6 hari. Sidoarjo di bawah 1 sempat 8 hari. Gresik di bawah 1 sempat 6 hari. Hari itu kami sudah merasa bahwa kita tunggu sebentar lagi 8 hari lagi, terus kita sudah siap new normal,” ujar Khofifah saat menerima kunjungan Presiden Jokowi di Gedung Grahadi, Surabaya, Kamis (25/6/20).

Berdasarkan penelitian yang dilakukan FKM Unair, Khofifah melanjutkan, terdapat 89 % masyarakat yang mengabaikan physical distancing. Kemudian ada 88 % masyarakat  masik melakukan kerumunan dan tidak memakai masker.

“Lalu kita lihat bagaimana tempat cangkrukan, warung, saya lihat 88% mereka tidak menggunakan masker dan 89% mereka tidak physical distancing. Ini hasil penelitian dari FKM Unair,” lanjutnya.

Mantan Menteri Sosial itu juga menambahkan, sebanyak 92,8 % pasar tradisional masih beroparasi namun masyarakat yang beraktifitas didalamnya tidak menggunakan masker meninggkat menjadi 84 %. Kemudian 89 % tidak melakukan physical distancing.

“Padahal tak henti-hentinya kami membagikan masker dan face shield pada pedagang dan masyarakat di pasar,” ungkap Khofifah. [hy]