Destinasi Wisata Probolinggo Siap Di Buka Setelah New Normal Berlaku

Pemerintah kabupaten Probolinggo akan menyiapkan skema new normal, Skema ini di ambil karena melihat jumlah pasien Covid-19 sembuh di Kabupaten Probolinggo terus meningkat, untuk itu skema yang akan di lakukan ialah melonggarkan aturan jam malam bagi pelaku ekonomi, termasuk membuka kembali destinasi wisata setelah new normal berlaku.

Dari data Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 kabupaten setempat pada Rabu (3/6/2020), persentase pasien sembuh sebesar 76,92 persen. Dari 91 kasus, 70 orang dinyatakan sembuh.

Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Probolinggo, Wahid Nurahman mengatakan, pemkab sudah harus bersiap-siap menerapkan kebijakan era kehidupan normal baru, atau lebih dikenal dengan new normal.

“Pada bulan Juni ini di beberapa daerah, Kebijakan menerapkan new era normal ditempuh karena dapat menahan laju penularan pandemi Covid 19,” kata politisi Golkar ini.

Ia melanjutkan, para ahli memperkirakan Virus Corona akan berlangsung lama. Sementara di sisi lain, kehidupan perekonomian masyarakat harus segera dibangkitkan kembali. Laju perkembangannya tak boleh terlalu lama terhambat.

“Tinggal (bagaimana meningjatkan, Red) kedisiplinan masyarakat untuk selalu mematuhi anjuran pemerintah terhadap penerapan protokol kesehatan dengan baik,” ujarnya.

Menurutnya, new era normal menjadi upaya pemulihan kembali perekonomian yang sejak pandemi Covid 19 lesu akibat beberapa kebijakan seperti PSBB, Work From Home dan Psychical Distancing.

Agar ekonomi masyarakat menggeliat lagi, sebaiknya pemerintah daerah mulai ancang-ancang lagi untuk membuka tempat-tempat wisata secara bertahap. Namun dengan ketentuan harus mengikuti protokol kesehatan yang sangat ketat.

“Dengan demikian para wisatawan merasa aman. Yang jelas untuk kembali menuju keadaan seperti semula 100 persen membutuhkan waktu yang agak lama,” kata Wahid.

Pemilik hotel dan operator tempat wisata wajib menerapkan konsep jaga jarak, pakai masker, cuci tangan, cek suhu badan dan sebagainya.

Di sisi lain Wahid berharap, penerapan pembatasan jam operasional pasar modern, supermarket, depot/rumah makan agak dilonggarkan kembali. Selama pandemi covid 19, dibatasi sampai pukul 19.00 WIB.

Sejauh ini, Dinas Pemuda, Olah Raga, Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo, belum berencana membuka kembali destinasi wisata.