BLK Komunitas Dinilai Jadi Solusi Hadirkan SDM Unggul dan Siap Kerja

Gus Amin menilai keberadaan Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas, khususnya di pesantren, bisa menjadi solusi dalam menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni dan kompeten ketika lulus nanti.

Jatimpost.com – Ditengah persaingan dunia kerja yang semakin kompetitif, kebutuhan terhadap Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan terampil tidak bisa dielakkan. Oleh sebab itu, dibutuhkan sebuah wadah untuk mengasah kemampuan SDM hingga siap terjun di dunia kerja.

Wakil Ketua DPR RI Bidang Korkesra Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Ami) mengatakan, keberadaan Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas, khususnya di pesantren, bisa menjadi solusi dalam menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni dan kompeten ketika lulus nanti.

“Dengan pelatihan vokasi yang ada di BLK Komunitas, khususnya di pesantren dapat menyiapkan SDM atau santri yang mempunyai kapabilitas dan siap kerja ketika lulus nanti,” kata Gus Ami, kepada wartawan, Kamis (10/6/21).

Gus Ami menjelaskan, BLK Komunitas merupakan unit pelatihan vokasi yang meliputi pondok pesantren, komunitas serikat buruh/pekerja yang tersebar di seluruh Indonesia. Dengan BLK Komunitas pesantren dapat menentukan sesuai bakat santri-santrinya, mulai dari pertanian, teknologi, mesin, tata busana, kesenian dan lain-lain.

Ketua Umum DPP PKB ini juga menapresiasi peresmian BLK Komunitas oleh Wakil Presiden Kiai Ma’ruf Amin bersama Menteri Ketanakerjaan Ida Fauziyah di Pesantren Cipasung, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa (8/6/21).

“Saya mengapresiasi langkah pemerintah yang telah melakukan sinergitas dengan lembaga keagamaan dan dunia industry lewat program BLK untuk menyiapkan SDM yang siap kerja,” ungkap Gus Ami.

Gus Ami juga meminta kepada pemerintah untuk terus konsisten mengembangkan BLK Komunitas guna menyiapkan pekerja yang kompeten dan siap kerja.

Beberapa kejuruan yang ada di BLK Komunitas terdiri dari teknik otomotif, las, konstruksi furnitur, perkapalan, instalasi infrastruktur telekomunikasi, elektronika, teknik informatika, robotika, multimedia, desain komunikasi visual, pengolahan hasil pertanian, pengolahan hasil perikanan, kesenian, seni kriya (kerajinan tangan), teknik batik, desain tata busana, tata rias, bahasa, perhotelan, kesehatan tradisional, seni kuliner, hingga kejuruan hubungan industrial.