Beradu Kreativitas, Ratusan Pelajar Asli Lamongan Ikuti Lomba Desain Batik

Foto Istimewa

JatimPost, Lamongan – Ratusan pelajar di Kabupaten Lamongan hari ini tengah beradu kreativitas dalam lomba desain batik yang tiap tahunnya diselenggarakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

Kepala Disperindag Lamongan Muhammad Zamroni mengatakan, tercatat sebanyak 409 pelajar asli lamongan yang menjadi peserta lomba, mulai dari pelajar SD, SMP hingga pelajar SMA se-Kabupaten Lamongan.

“Untuk SD ada 58, SMP 223 dan SMA 128 peserta,” kata Zamron, usai membuka dimulainya lomba desain batik tingkat pelajar, Rabu (4/11/2020).

Zamroni mengungkapkan, kegiatan ini sudah menjadi agenda rutin tahunan dari Disperindag Lamongan, sebagai proses untuk mengembangkan dan menumbuhkan kecintaan terhadap batik, khususnya kepada pelajar. Hanya saja lomba desain batik kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, mengingat masih dalam situasi pandemi Covid-19.

“Karna di tahun ini kita mengadakan lomba di tengah pandemi covid Jadi kita ndak mungkin mengumpulkan seluruh peserta, protokol kesehatan lebih utama,  makanya kita selenggarakan secara virtual dan Alhamdulillah sampai saat ini berjalan dengan baik,” ujarnya.

Untuk proses penilaian, Disperindag mendatangkan Dosen Seni dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Asy Syam Elya Ahmad dan pelaku usaha yang bergelut di dunia batik, yaitu Wahyu Subiantoro, owner the pasongsongan premium.

Selanjutnya, kata Zamroni, karya desain batik para pelajar tersebut akan diaplikasikan dalam pengembangan industri batik di Lamongan.

“Biasanya pelaku-pelaku usaha batik itu langsung ke sini (Kantor Disperindag), mereka melihat desain karya peserta, kemudian mereka gunakan untuk mendesain batik dengan dikembangkan sendiri,” jelasnya.

Tak hanya itu, hasil desain batik karya pelajar tersebut juga sebagian ada yang digunakan sebagai desain seragam batik di masing-masing sekolah.

“Seperti lomba tahun lalu itu ada yang sudah digunakan untuk desain seragam batik di sekolah peserta itu sendiri. Seperti SMPN 1 dan SMPN 2 Lamongan,” ungkap Zamroni.