Banjir Setinggi 1 Meter Landa Beberapa Desa di Bojonegoro

Bojonegoro, jatimpost.com  – Hampir setiap tahun musim penghujan mengalami bencana banjir beberapa darah di Kabupaten bojonegoro. Kali ini banjir setinggi 0,5 sampai 1 meter melanda Puluhan desa di Kecamatan Sukosewu, Dander, Bubulan, dan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur,

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Andik Sudjarwo di Bojonegoro, menjelaskan saat ini sejumlah daerah ketinggian air sudah surut. Untuk daerah seperti desa di Kecamatan Sukosewu, dan Dander masih belum surut, bahkan sebuah tanggulsungai di Desa Jajar, Kecamatan Sukosewu, kritis tergerus air bah.

“Tim BPBD sekarang meluncur ke lokasi untuk melakukan penebalan tanggul kritis di Sukosewu agar tidak jebol,” ungkap Andik dilansir dari ngopibarengid

Untuk saat ini BPBD, sedang melakukan pendataan kerugian yang diakibatkan oleh bencana. BPBD juga masih melakukan pendataan terkait korban banjir di sejumlah kecamatan tersebut, untuk saat ini bulum ada laporan tentang adanya korban jiwa.

Kepala UPT Pengairan Dinas Pengairan di Kecamatan Sukosewu, Bojonegoro, Imam Musholi mengatakan untuk sementara banjir bandang masih melanda Desa Semawot, Kalicilik, Sukosewu, Sidodadi, Klepek, Sumberjo Kidul di Kecamatan Sukosewu, dengan ketinggian berkisar 0,7 sampai 1 meter.

“Air banjir bandang datangnya di sejumlah desa di Kecamatan Sukosewu, pagi tadi sekitar pukul 03.00 WIB,” terangnya

Bencana ini mengakibatkan ratusan rumah warga di desa setempat terendam air bercampur lumpur. Tidak hanya itu, menurut dia, para siswa SD di sejumlah desa diliburkan, karena sekolah masih terendam air banjir.

“Belum ada warga yang mengungsi karena masih mengamankan barang-barang miliknya ke tempat yang lebih tinggi. Termasuk mengungsikan ternak sapi juga kambing. Ada ratusan ekor ternak yang diungsikan di tempat yang lebih tinggi,” ujarnya.

Banjir bandang yang diakibatkan karena intensitas hujan tinggi ini mengakibatkan terputusnya akses antar Kecamatan Temayang ke arah Kecamatan Sukosewu, sepanjang sekitar tiga kilometer dengan ketinggian air 1 meter. jalan yang terendam air tidak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

“Curah hujan di Dam Klepek, Kecamatan Sukosewu, sehari lalu hanya 54 milimeter. Ya berarti banjir bandang akibat curah hujan tinggi dari wilayah selatan,” pungkasnya