Banjir Dampak Kali Lamong: Politisi PKB Minta Pemprov Jatim Panggil Pemda Gresik Soal Normalisasi Sungai

Gresik – 11 Desa dari dua kecamatan, Benjeng dan Balongpanggang Kabupaten Gresik terendam banjir sejak malam tahun baru 2020 hingga Rabu malam, (1/1/2020). Dua Kecamatan tersebut terendam banjir sebagai dampak dari luapan Sungai Kali Lamong tidak mampu menampung debit air yang tinggi akibat guyuran hujan yang berlansung lama.

Peristiwa tersebut langsung mendapat sorotan dari Anggota Fraksi PKB DPRD Jawa Timur, Ufiq Zuraida. Menurut Ufiq, bencana banjir tersebut sebenarnya dapat dihindari jika Pemerintah Daerah Kabupaten Gresik segera menyelesaikan kewajibannya, yaitu melakukan pembebasan lahan untuk normalisasi Sungai Kali Lamong. Pasalnya, proyek normalisasi sungai tersebut sudah masuk dalam agenda pemerintah, namun terkendala pembebasan lahan dengan total 110 Hektar.

“Sebab itu, kita mendorong Pemprov Jatim segera memanggil Pemda Gresik untuk menyelesaikan kewajibannya, melakukan pembebasan lahan, sehingga proyek normalisasi suangai dapat dilakukan dan warga tidak lagi dihantui oleh banjir saat musim hujan tiba,” ungkap politisi PKB Jatim asal Gresik itu.

Pasalnya, dua kecamatan tersebut sudah menjadi daerah langganan banjir dampak dari luapan Sungai Kali Lamong. Berdasarkan data dari BPBD Gresik, kerugian setiap tahunnya bisa mencapai angka 70-78 miliar. Karena akibat dari banjir terebut merusak berbagai sektor perekonomian masyarakat, seperti pertanian, tambak ikan, mandeknya aktivitas ekonomi dan juga rusaknya berbagai fasilitas umum seperti infrastruktur jalan dan jembatan.

Untuk diketahui, ketinggian banjir yang melanda Kecamatan Benjeng dan Balongpanggang tersebut mencai 20-50 cm. Akibatnya, aktivitas warga dan masyarakat yang melintasi daerah tersebut terganggu.