Anggota DPRD Jatim Minta Pemprov Jatim Beri Tekanan Lebih dalam Pembangunan Infrastruktur

Foto Istimewa

Jatimpost.com – Anggota Komisi D bidang pembangunan DPRD Jawa Timur, berharap di tahun 2022 pemerintah Provinsi Jatim dapan memberikan tekanan lebih pada proses pembangunan infrastruktur.

Pembangunan infrastruktur menurutnya perlu dibenahi secara lebih merata dalam rangka memperkokoh percepatan dan pemerataan pertumbuhan ekonomi hingga ke pelosok daerah di Jatim.

Hal tersebut ia katakan, sesuai pengangkatan tema APBD Jatim 2022 yakni ‘Pemulihan ekonomi dan reformasi struktural dalam rangka meningkatkan daya saing daerah di era industri perdagangan berbasis agro’.

“Dalam konteks daya saing daerah sesuai dengan tema, harus ada peningkatan pembangunan di daerah daerah yang nota bene menjadi kewajiban provinsi,” kata Masduki saat dikonfirmasi, Selasa (1/12/2021)

Ketua DPC PKB Mojokerto ini mengukur, di Jatim sendiri tingginya IPM masih di dominan oleh daerah di sekitar kota Besar, seperti Surabaya. Hal tersebut menyebabkan ketimpangan pertumbuhan ekonomi dan ini yang masih menjadi PR bersama untuk menumbuhkan pendapatan asli daerah yang saat ini menurun akibat pandemi Covid-19.

“Maka pembangunan baik di infrasruktur harus didorong untuk pemerintah provinsi untuk segera diselesaikan,” kata politisi dapil, Mojokerto Jombang ini.

Anggota Fraksi PKB Jatim inipun menyentil terkaik pembangunan jalur pantai selatan (Pansela) yang hingga saat ini masih belum rampung. Jalur Pansela tersebut ia katakan memang menjadi pemerintah pusat. Namun Pemprov Jatim sebagai daerah yang dilewati proyek Pansela ini jangan sampai berpanku tangan.

Artinya, ia katakan Pemprov Jatim haris melakukan komunikasi intens dengan pihak pusat agar realisasi jalan Pansela segera terselesaikan. Bahkan jika perlu, bisa dilakukan sharing anggaran.

“Jika anggaran pusat banyak yang digeser ke program lain, demi meningkatkan perekonomian. Pemprov bisa sisihkan anggaran yang ada, untuk sharing anggaran kepada pemerintah pusat,” ujarnya.

Masduki mengaku miris, katika terjun ke lapangan melihat masyaratak sekitar jalan Pansela mengeluhkan hasil bumi dan launnya tidak maksimal karena terkendala transportasi. “Artinya rampungnya jalan Pansela ini benar-benar ditunggu masyarakat sekitar yang nantinya diharapkan mempelancar jalannya perekonomian,” harapnya.