Jatimpost.com – Kota Surabaya meraih peringkat pertama kategori pengelolaan sampah tahun 2025 dengan skor 74,92 serta predikat menuju kota bersih.
Penghargaan ini diberikan berdasarkan keputusan resmi Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI dalam agenda yang digelar di Jakarta, Rabu (25/2/2026).
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, tersebut merasa bersyukur karna setiap ada penilaian Surabaya kembali dipercaya menjadi yang terbaik dalam kebersihan dan pengelolaan sampah.
“Tapi, saya selalu katakan, ini bukan hasil kerja pemerintah kota saja. Ini adalah kerja bersama seluruh warga Surabaya. Matur nuwun sanget (terima kasih banyak) untuk panjenengan (anda) yang terus menjaga kota ini,” ujar Eri melansir AntaraJatim.
Menurutnya, pertumbuhan penduduk dan aktivitas perkotaan membuat volume sampah terus meningkat sehingga tantangan pengelolaan sampah ke depan tidak semakin ringan.
“Kita sadar jumlah sampah tidak pernah benar-benar turun karena penduduk terus bertambah,” katanya.
Ia menjelaskan, Surabaya memiliki kompleksitas sendiri sebagai kota metropolitan dengan keberagaman suku, agama, dan latar belakang warganya.
Namun, hal itu menjadi energi positif untuk membangun kesadaran bersama dan Surabaya harus berani menyatakan perang terhadap sampah.
“Kuncinya ada pada komitmen. Komitmen pemerintah kota untuk konsisten menjaga kebersihan, dan komitmen warga untuk sadar bahwa sampah adalah tanggung jawab bersama,” katanya.
Saat ini, sampah di Surabaya berasal dari berbagai aktivitas seperti Rumah Tangga, hotel, apartemen, restoran, dan pusat usaha lainnya yang mencapai 1.600 ton per hari.
Ia menghimbau, pelaku usaha seperti hotel dan rumah makan akan didorong untuk mengolah sampahnya secara mandiri agar bisa menekan beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
“Skema itu sebenarnya sudah berjalan, tetapi akan kita perkuat dan masifkan lagi sesuai arahan pemerintah pusat. Jangan semua dibebankan ke TPA. Harus selesai sebagian di sumbernya,” ujarnya.
Ia menegaskan komitmen Surabaya dalam mendukung visi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto terkait Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI). Implementasinya tidak hanya sebatas pengelolaan sampah, tetapi juga penataan kota secara menyeluruh.
Menurutnya, hal ini bukan hanya bicara soal sampah. Penataan kabel listrik dan fiber optik, penertiban baliho yang semrawut, hingga pengembalian fungsi trotoar untuk pejalan kaki juga menjadi bagian dari upaya menciptakan kota yang bersih dan indah. (Ikrom)

