Wabah Hama ‘Fall Armyworm’ Menyerang Sawah Para Petani Jagung di Nganjuk

gambar sebagai ilustrasi Ulat Fall Armyworm.

Nganjuk – Wabah Hama spodoptera frugiperda alias Fall Armyworm. Hama yang berasal dari Amerika Serikat ini berpotensi menimbulkan kerusakan hebat terhadap tanaman pangan seperti jagung, padi, dan gandum.

Hama ulat itu sekarang diketahui mulai menyerang sawah para petani jagung di Dusun sinopinggir, Desa Juwet, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk.

Menurut penuturan Samsul Huda, petani asal desa setempat, hampir 70 persen tanaman jagung yang masih berusia muda diserang hama tersebut sejak sebulan lalu.

“Disini sudah ada sejak satu bulan yang lalu, seperti ini daunnya sobek-sobek dimakan ulat ini,” kata laki-laki yang akrab disapa Samsul tersebut saat ditemui di lahan miliknya. Senin (4/11/2019).

Samsul juga mengatakan bahwa pihaknya juga sudah pernah mencoba memberikan pestisida ke tanaman jagung miliknya. Namun hasilnya hingga kini ulat tersebut belum juga hilang dari taman jagung miliknya.

“Sudah saya coba obati dengan pestisida cair yang harganya Rp 100 ribu dan serbuk yang harganya Rp 30 ribu masih saja ada hamanya,” tutur Samsul.

Menurut Samsul tanaman miliknya juga sudah terancam gagal panen. Karena daun tanaman jagungnya sudah banyak yang sobek.

“Sawah saya 140 ru, sudah banyak yang sobek, bunganya rusak karena ada serbuk yang di janten akhirnya hasil jagung tidak maksimal dan bisa gagal panen” tuturnya.

Samsul berharap pemerintah segera turun memberikan bantuan untuk menghadapi hama yang terhitung baru itu.

“Ini hamanya tidak sama dengan hama grayak sebelumnya. Semoga pemerintah bisa membantu agar tanaman jagung kami bisa diselamatkan,” pungkasnya.