Trobosan Baru, Dinas Pendidikan Lamongan dan Smart Foundation Sukses Ciptakan Aplikasi e-Learning

Foto Istimewa

JatimPost, Lamongan – Dinas Pendidikan Lamongan menggandeng Smart Foundation untuk menciptakan aplikasi e-learning “Jago Sinau”. Aplikasi ini untuk menjawab kegalauan siswa dan guru dalam menghadapi tantangan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau belajar daring.

“adanya kendala paketan internet, jangkauan sinyal bahkan sampai bingung cari materi juga kesulitan, mungkin ini adalah salah satu solusi guru dan siswa ketika melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ)” ujar Kabid Pendidikan SMP Dinas Pendidikan Lamongan Dr R Chusnu Yuli Setyo, Senin, (07/09/2020).

Chusnu menjelaskan, pada dasarnya saat ini pendidikan Lamongan sudah mengarah revolusi pendidikan. Jadi untuk pembelajaan menggunakan internet atau dunia digital tidak akan bisa dihindari.

“Dunia digital tidak bisa kita hindari. Oleh karena itu kita songsong saja sekalian saat ini. Adanya pandemi Covid-19 ini semoga kita bisa mengambil hikmahnya, baik siswa maupun guru. Apalagi pemerintah saat ini juga akan memberikan program bantuan subsidi kuota internet,” jelasnya.

Chusnu juga memaparkan bahwa, Jago Sinau ini merupakan program aplikasi e-learning, dan untuk mendapatkan aplikasi yang hampir sama dengan ruang guru ini, siswa maupun guru bisa mendownload secara gratis dari Google Playstore. 

“Aplikasi bisa di-download, setelah dilaunching pak Bupati Fadeli tanggal 10 September 2020. Untuk siswa maupun guru Lamongan itu gratis. Tapi kalau diakses siswa luar Kabupaten Lamongan akan berbayar,” katanya.

Selain itu, Keunggulan aplikasi Jago Sinau, Kabid Pendidikan SMP mengungkapkan, terdapat 670 sampai 1200 video yang merupakan tutorial, presentasi dan materi. Setelah itu siswa dituntut untuk menyelesaikan latihan-latihan soal yang ada didalam aplikasi tersebut.

“Setiap soal tersebut mendapatkan kunci jawabannya, ada ulasannya juga. Jika siswa mampu menyelesaikan soal soal yang ada di aplikasi tersebut maka akan mendapatkan sertifikat ‘Sukses dan Selamat  menjadi Jago Sinau’ serta tertulis atas nama siswa,” jelasnya.

Chusnu juga berharap adanya aplikasi e-learning Jago Sinau ini bisa mempermuda pencapaian materi karena daya tangkap berkurang hingga 60 persen.  “Degradasi pendidikan saat ini luar biasa karena materi daya tangkapnya sangat kecil hingga 60 persen. Olehkarna itu dengan adanya aplikasi ini bisa dipercepat dan dirasa membantu” ungkapnya.