Tiga Sindikat Pengedar Uang Palsu Ditangkap, Salah Satunya Mantan Kepala Dispendik Madiun

Barang bukti yang berhasil diamankan dari tersangka tiga sindikat pengedar uang palsu saat pres release di Polres Ngawi, Senin (28/9/20).

Madiun, Jatimpost.com – Tiga sindikat pengedar uang palsu berhasil ditangkap oleh jajaran Reskim Polres Ngawi. Salah datu dari tersangka Sumardi yang diketahui adalah mantan Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Madiun.

Saat dimintai keterangan, Sumardi mengaku terpaksa melakukan tindakan kriminal tersebut karena terlilit hutang saat dia mencalonkan diri sebagai kontestan Pemilihan Bupati (Pilbup) Madiun pada tahun 2013 lalu.

Namun pada pemilihan tersebut Sumardi mengalami kekalahan. “Karena utang banyak dulu pernah maju calon bupati,” ujar Sumardi saat ditanya wartawan dalam pres release di Polres Ngawi, Senin (28/9/20).

Dari pengakuan Sumadri, saat mengikuti Pilbup Tuban tahun 2013 tersebut, dirinya berhutang sebanyak Rp 1 Miliar.  Utang saya satu miliar,” paparnya.

Uang palsu yang ia baut tidak hanya dipergunakan untuk membayar hutang, juga dipakai untuk berobat buat dirinya yang mengalami sakit. “Untuk berobat juga karena sakit,” tandasnya.

Senada dengan yang disampaikan oleh Kasat Reskim Polres Ngawi AKP I Gusti Agung Ananta juga membenarkan pengakuan Sumardi. “Pengakuannya memang terlilit utang dan untuk berobat,” jelas Agung.

Agung menambahkan, saat ini pihaknya sedang melakukan pengembangan kasus. Info yang didapat, pelaku utama yang saat ini buron diduga orang Surabaya. “Polrestabes Surabaya infonya juga mengamankan uang palsu diduga jaringan tersangka di Polres Ngawi,” tandasnya.

Sebelumnya Satuan Reskrim Polres Ngawi mengamankan tiga pengedar upal senilai Rp 1 miliar. Salah satu tersangka yang merupakan mantan pejabat itu yakni Sumardi (63) mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Madiun.

Dua tersangka lainnya yakni Sumarji (55) warga Desa Tlanak Utara Kecamatan Kedungpring, Lamongan. Kemudian Sarkam warga Desa Babadan Kecamatan Pangkur Ngawi. [hy]