Tidak Diberi Nafkah Suami, Ibu Dua Anak di Pasuruan Nekat Jual Sabu

foto istimewa

Pasuruan – Sri Andayani (AS) ibu rumah tangga asal Pandaan, Kabupaten Pasuruan ditangkap polisi saat lakukan transaksi sabu. Ia berdalih terpaksa edarkan sabu, karena harus cukupi kebutuhan kedua anaknya.

Dari catatan polisi, SA, ibu rumah tangga penjual sabu, merupakan warga Desa Sumbergedang, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan.

“SA kami amankan dengan barang bukti sabu seberat 0,85 gram. Yang bersangkutan sudah dua kali mengedarkan, yang kedua kami amankan,” kata Waka Polres Pasuruan Kompol Hendi Kurniawan, Kamis (19/3/2020).

Hendi mengatakan SA mengaku mengedarkan sabu karena desakan masalah ekonomi. Suaminya yang bekerja di Surabaya kurang memperhatikan keluarga.

“Pengakuannya karena suaminya secara ekonomi kurang kemudian ia masuk dalam jual-beli narkoba. Dia transaksinya di rumah. Suaminya tahu istrinya mengedarkan sabu” terang Hendi.

Sementara SA mengaku, suaminya tak mempunyai pekerjaan tetap, membuatnya harus memutar otak untuk tetap mendapatkan uang.

Kondisi itu membuatnya terdesak sehingga, tak lagi bisa berfikir panjang. Jadilah, ia nekat mengedarkan barang haram tersebut dan barang tersebut di titpkan oleh temannya  yang tak lama iya kenal.

“Awalnya kan saya cuman mendapatkan titipan, terus saya jual itu,” Kata (SA).

Namun, beberapa hari mengedarkan sabu, ia keburu diciduk polisi. SA baru sekali menerima komisi Rp 50 ribu dari 1 gram sabu yang ia jual.

“Baru dua kali. Yang kedua ditangkap,” tandasnya,

Sri Andayani (SA) terancam harus berpisah dengan kedua anaknya dalam waktu lama. Polisi menjeratnya pasal 112 ayat 1 dan Pasal 114 ayat 1 tahun 2009 tentang narkotika. Ancaman pidana pasal ini tidak lain-lain, hukuman penjara minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun.