Tertipu Arisan Online, Dua Ibu Muda di Probolinggo Lapor Polisi

Foto Istimewa

Probolinggo – Dua ibu-ibu muda korban arisan online melapor ke Sentra Pengaduan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Probolinggo Kota, dan mereka mengalami kerugian hingga jutaan rupiah.

Mereka melapor ke polisi, terkait koordinator arisan online berinisial F-K warga kost di Jalan Mastrib, Kota Probolinggo, yang dituding telah membawa kabur uang arisan.

Menurut Dewi Mike Oktavia, salahsatu korban, ada sekitar 40 nasabah yang dirugikan atas tindakan tersebut. Masing-masing nasabah, selama ini mengandalkan kepercayaan, saat bertransaksi.

“Memakai sistem list menurun. Tapi mulai dari pencairan ketiga dan keempat, itu sudah bermasalah. Sampai akhirnya kami dikeluarkan, dan arisan distop. Saya sendiri, sebenarnya masih urutan ke 28, tapi juga belum cair,” kata Dewi, Selasa (9/6/2020).

Dewi mengaku bertransaksi menggunakan metode transfer bank, setiap minggu sekali. Uangnya Rp 2,2 juta yang sudah ditransfer, hingga saat ini tidak ada kejelasan.

Hal serupa juga dialami rekan Dewi. Pipit Nurcahyo, yang juga ikut arisan online, mengalami kerugian sampai Rp 2,5 juta. Dalam kloter yang diikuti kedua wanita ini, anggotanya ada 40 orang.

Masing-masing peserta arisan, seharusnya mendapat uang sejumlah Rp 10 juta jika sudah sampai masa jatuh temponya. Namun, sampai saat ini si pemilik arisan, atas nama F-K, menghilang bak ditelan bumi. Tempat kostnya di jalan mastrip pun sudah tak berpenghuni. Bahkan kunci kost, dititipkan pada orang lain.

“Sudah kami coba mencari ke rumahnya di kawasan Pohsangit Leres, juga tidak ada. Sehingga kami laporkan saja ke polisi,” pungkasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota, AKP Heri Sugiono saat dikonfirmasi menjelaskan, Polisi masih menerima laporan korban, dan akan mendalaminya.

” Kita dalami dulu laporan korban, dan masih menggali informasi dan barang bukti,” tandas, AKP Heri Sugiono.