Tak Ada Terobosan Baru, Dewan Jatim Tuding Pemprov Tidak Serius Bangkitkan Sektor Pertanian

Jatimpost.com – Anggota DPRD Jawa Timur, Ahmad Athoillah, menyebut Pemprov Jatim tidak serius membangkitkan sektor pertanian di tengah pandemi covid-19 di Jatim. Pasalnya, sampai saat ini belum ada tertobosan baru atau inovasi di bidang pertanian untuk menciptakan teknologi pangan berbasis 4.0.

“Jangankan inovasi, sejauh ini tanda-tanda keseriusan Pemprov Jatim menumbuhkan perekomian di sektor pertanian masih belum ada,” kata Mas Atho’, sapaan akrabnya.

Politisi muda PKB itu menegaskan, bahwa penguatan di sektor pertanian dapat dimanfaatkan sebagai salah satu senjata, untuk menghadapi krisis ekonomi sebagai dampak dari pandemi covid-19. Sektor pertanian juga bisa menjadi orientasi baru dalam bidang ekonomi, sehingga butuh perhatian khusus untuk pengembangan inovasi pertanian.

“Saya melihat pertanian adalah solusi menghadapi krisis, 75 persen desa kita adalah desa pertanian dan mayoritas penduduk di Jatim pendapatannya bertumpu pada sektor pertanian dan sumber daya alam,” jelas Mas Atho’.

Selain itu, dengan kekayaan sumber daya alam dan penguatan pertanian, lanjut Mas Atho’, Jatim bisa menjadi produsen pangan terbesar di Indonesia. Sejauh ini Jatim dikenal sebagai lumbung pangan nasional.

Maka itu, anggota Komisi B (perekonomian) itu mendorong Pemprov Jatim komitmen terhadap pengembangan inovasi industri pangan, dengan melibatkan para petani lokal sekaligus menjaga lingkungan hidup. Inovasi tersebut juga dapat dilakukan dengan mendorong regenerasi petani lewat pengembangan program sociopreneur dan santripreneur.

Menurut Mas Atho’, pertanian adalah solusi menghadapi krisis. Terlebih Badan Pangan dan Pertanian PBB (FAO) sudah mengeluarkan ultimatum ancaman krisis di tengah pandemi Covid-19. “Lumbung pangan (sektor pertanian) adalah basis pemulihan krisis ekonomi. Jika pemerintah tidak segera menguatkan, maka sangat berbahaya jika terjadi krisis ekonomi,” kata politisi asal dapil Mojokerto-Jombang itu