Tak Ada Lagi Zona Merah di Jatim, Khofifah Tetap Minta Masyarakat Patuhi Prokes

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

Surabaya, Jatimpost.com – Provinsi Jawa Timur telah bebas dari zona merah penyebaran Covid-19 per-selasa (6/10/20). Kendati demikian, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa tetap meminta masyarakat untuk tetap mematuhi Protokol Kesehatan (Prokes).

“Alhamdulillah. Sore ini update Gugus Tugas Covid-19 Nasional mencatat bahwa Provinsi Jawa Timur sudah bebas zona merah, seiring testing dan tracing yang tetap ditingkatkan,” tulis Khofifah.

Dari 38 kabupaten dan kota, tak ada satu pun daerah yang berstatus zona merah atau daerah dengan risiko tinggi penularan Covid-19. Sebanyak 28 daerah di Jawa Timur menyandang status zona oranye atau risiko sedang penularan Covid-19. Sedangkan 10 daerah lain masuk kategori zona kuning atau risiko rendah penularan Covid-19.

Atas pencapaian tersebut, Khofifah berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras menekan penyebaran Covid-19 di Jawa Timur. Dan meminta kepada masyarakat untuk tetap mematuhi Prokes “Mohon tetap patuh kepada protokol kesehatan sampai berhenti penyebarannya,” lanjut Khofifah.

Sementara itu, anggota Satgas Penanganan Covid-19 dr Makhyan Jibril menjelaskan, terdapat 15 indikator yang dipertimbangkan menentukan status penyebaran Covid-19 di sebuah daerah.

“15 komponen di antaranya penambahan kasus, kenaikan kematian, positivity rate, rate of transmission serta kecukupan bed di rumah-rumah sakit,” kata Makhyan saat dikonfirmasi, Rabu (7/10/20).

Makhyan menambahkan, salah satu faktor lain yang menjadi penentu penurunan penyebaran Covid-19 adalah operai yustisi yang bertujuan untuk meningkatkan kedisiplinan masyarakat terhadap prokes. Sejak 14 September hingga 4 Oktober, operasi Yustisi telah dilakukan di 74.694 titik di wilayah Jawa Timur.

Dari puluhan ribu lokasi tersebut, tercatat 1.061.014 penindakan dilakukan baik teguran, denda administrasi, hingga sanksi kerja sosial. Sebanyak 45.417 kasus Covid-19 tercatat di Jawa Timur hingga Selasa (6/10/20) sore.

Rinciannya, 38.980 pasien sembuh atau 85.83 persen, 3.325 pasien meninggal atau 7,32 persen. Dari jumlah itu, Surabaya masih menjadi penyumbang kasus tertinggi yakni 14.683 kasus per Senin (5/10/20). Disusul Sidoarjo 6.578 kasus dan Gresik 3.326 kasus. [hy]