Setelah Viral Katakan Covid-19 Hanya Opini, Kini Sekda Bondowoso Jadi Tersangka Kasus Ancaman Kekerasan

Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso Syaifullah

Bondowoso, Jatimpost.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bondowo Syaifullah, kembali menjadi perbincangan publik. Setelah berita viral dirinya mengatakan Covid-19 hanya opini, kali ini dia terbelit kasus dugaan ancaman kekerasan kepada bawahannya yang berakibat dirinya dilaporkan kepada pihak kepolisian.

Kabar Syaifullah ditetapkan menjadi tersangka kasus pengancaman kekerasan kepada anak buahnya sendiri, yaitu Alun Taufan yang saat itu masih menjabat sebagai Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Bondowoso di benarakan oleh Kapolres Bondowoso, AKBP Erick Frendriz.

“Iya benar, sekarang sudah jadi tersangka,” ujar Erick saat dikonfirmasi, Senin (15/6/20).

Saat ini pihaknya melakukan pemeriksaan secara intensif dan mendalam kasus tersebut. “Penyidik masih akan terus mendalami dan mengembangkan penyidikan,” lanjut Erick.

Berdasarkan data yng dihimpun, kasus yang membelit Syaifullah saat ini berawal dari dugaan ancaman yang dilakukan kepada anak buahnya Alun taufan pada tanggal 29 Juli 2019. Saat itu dirinya hendak dilantik sebagai Sekda Bondowoso. Penunjukan Syaifullah ketika itu pun sudah disetujui oleh Bupati Bondowoso dan Pemprov Jatim.

Namun, Syaifullah merasa pelantikannya sebagai ASN di jajaran Pemkab Bondowoso diulur-ulur dan dihambat oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Bondowoso. Kemudian saat itu dirinya menelfon salah satu pejabat BKD untuk meminta nomer handphone Alun Taufan.

Tanpa sepengetahuan Syaifullah, pejabat yang ditelepon itu merekam pembicaraan tersebut. Potongan rekaman telepon tersebut kemudian menyebar luas ke media sosial, hanya sehari sebelum Syaifullah dilantik sebagai Sekda.

Dalam sambungan telepon tersebut, Syaifullah mengancam akan mencopot para pejabat BKD, termasuk Alun Taufana karena telah menghambat pelantikannya.

“Kalian jangan mempermainkan saya, demi Allah akan saya penjarakan kalian dan akan saya jadikan staf kalian semua,” ujar pria yang diduga Syaifullah dalam rekaman tersebut.

Karena merasa tak enak, selang sehari setelah Syaifullah dilantik, Alun Taufana kemudian mengajukan pengunduran diri dari jabatannya sebagai Kepala BKD. Alun menghadap langsung kepada Bupati Bondowoso, KH Salwa Arifin pada 30 Juli 2019.

Alun Taufana kemudian menjadi staf biasa tanpa jabatan. Beberapa waktu kemudian, atas perintah Komite Aparatur Sipil Negara (KASN), Pemkab Bondowoso memberi jabatan Alun sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip.

Dari bukti-bukti serta keterangan sejumlah saksi yang dihimpun pihak kepolisian Bondowoso termasuk memanggil terlapor untuk diperiksa. Polisi kemudian menetapkan Syafullah sebagai tersangaka dengan menerbitan Surat Ketetapan Tersangka No: S.TAPI28/VI/2020/Satreskrim, tanggal 12 Juni 2020.

Syaifullah disangka melanggar pasal 45B UU No 19 Tahun 2016, tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Serta pasal 45 ayat 3 juncto pasal 29 UU No 11 Tahun 2008 tentang ITE, juncto pasal 335 KUHP. [hy]