Ramai Soal Tidak Efektifnya Scuba dan Buff, Benarkah Tak Layak Tangkal Virus ? Ini yang Perlu Diketahui

Foto Istimewa

JatimPost, Malang – Ditengah pandemi yang belum usai ini masker scuba menjadi perbincangan publik. Pasalnya, masker jenis ini dianggap kurang mampu untuk menghalau virus Covid-19. Penggunaan masker saat ini menjadi hal yang wajib untuk selalu digunakan dalam beraktivitas di luar rumah sebagai sedikit upaya untuk pencegahan penularan Covid-19.

Dengan keadaan tersebut, beragam jenis masker yang di gunakan oleh warga bermunculan. Salah satunya yang berjenis scuba. Namun, masker scuba ini dianggap kurang mampu untuk menghalau virus Covid-19. Lantas masker seperti apa yang layak dianggap sebagai pelindung dari virus?

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kota Malang, dr Husnul Muarif menyatakan kriteria standar dari masker adalah sebagai perlindungan diri sendiri dan juga melindungi orang lain.

Diakui atau tidak, di masa pandemi ini memang banyak beragam jenis masker yang muncul dan digunakan di masyarakat. Tetapi, tolak ukurnya tetap kembali pada standar kesehatan maka yang paling sesuai untuk diikuti adalah standar dari surgery mask atau masker bedah.

“Masker itu banyak macamnya, kalau rekomendasi tentu adalah masker yang sudah ada standartnya masker bedah atau masker surgery. Kalau masker bedah itu ketika memakainya dengan baik dan benar itu sudah 86 persen kita terlindungi,” ungkapnya.

Husnul juga menjelaskan bahwa,  standar dari masker bedah ini telah dirancang khusus untuk menangkal paparan virus dari luar dan dari dalam bagi pemakainya. Sehingga akan mampu melindungi pemakainya dan orang lain disekitarnya.

“Jadi intinya kalau masker standar itu dari paparan luar masker ini kita terlindungi, kemudian dari dalam waktu kita batuk, waktu kita bicara itu juga masih terlindungi supaya tidak menyebar kepada orang yang disekitar kita,” imbuhnya.

Terkait munculnya modifikasi bahan masker hingga ke ranah fashion, Husnul tak mengaitkan dengan jenis bahan tertentu apakah layak atau tidak.

“Yang terpenting adalah masker itu dipakai dan benar makainya. Kalau saya contohkan seperti standar masker bedah itu kan ada pelindung di atas, ada kawatnya. Sehingga tertutup rapat di atas, dan masker itu bisa dipakai sampai dibawa dagu. Sehingga kalau kita bicara, atau apa itu sudah mempunyai standar keamanan,alias sudah tertutup” jelasnya.